Masuk

Potret Terbaru KPK: Jurus Rompi Baru, Bisakah Harun Masiku Ketemu?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah mengganti seragam rompi bagi tersangka koruptor dari oranye menjadi biru. Hal itu pun menjadi sorotan publik, termasuk mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri, di Twitter resminya mengunggah sebuah berita media daring. Berita tersebut soal Kejaksaan Agung atau Kejagung yang meningkatkan kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020 ke tahap penyidikan.

Mantan jubir komisi antirasuah itu kemudian menyindir soal rompi biru dan kinerja KPK. Tak hanya itu, ia juga menyinggung terkait spanduk yang berisi dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk maju di Pilpres 2024 nanti 

Baca Juga: Soal Rumor Retaknya Hubungan Jokowi dan Surya Paloh, Ruhut Bilang Begini

“Sementara itu, KPK terlihat sibuk dengan ‘jaket biru’ yang katanya antikorupsi, spanduk-spanduk dengan foto Ketua KPK,” tulis Febri dikutip Terkini.id, Rabu, 1 Juni 2022.

Ia juga menyinggung KPK terkait pencarian buron kasus suap, Harun Masiku. Harun Masiku diketahui sudah menjadi buron KPK sejak Januari 2020. Namun, institusi yang dipimpin Firli Bahuri itu belum mampu menaklukkan siasat persembunyian koruptor bekas kader Partai PDIP itu.

“Dan (KPK) mengomentari Harun Masiku yang katanya sulit tidur,” kata Febri.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dipanggil PDIP Terkait Ucapan Siap Nyapres

“KPK, bangunlah,” timpalnya lagi.

Terkait dengan hal itu, teman sejawat Febri yang pernah juga berkontribusi besar di KPK, yakni Novel Baswedan pun memberikan satirenya. Kata Novel, KPK dengan rompi barunya itu, menunjukkan kecerdasannya sebagai institusi antisuap.

“Wah @KPK_RI makin cerdas.
Produksi rompi yg banyak, nggak perlu repot kerja..” ungkap mantan penyidik KPK itu belum lama ini lewat Twitternya.

Diberitakan sebelumnya, KPK dalam kegiatan pembekalan antikorupsi kepada PT PLN Persero memberikan rompi berwarna biru. Rompi itu disebut sebagai penangkal korupsi atau disebut ‘anti-rompi oranye’.

Baca Juga: Peringatan Hasto Kristiyanto Kepada Ganjar Pranowo Soal Siap Nyapres

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada saat memasang rompi antikorupsi, karena kalau sampai ada rilis atau konpers yang rompinya rompi oranye kan menakutkan, lebih baik kita pakai rompi penangkal rompi oranye tersebut. Itu yang penting,” demikian dikatakan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di kantor PLN di Jakarta Selatan, Selasa, 31 Mei 2022.

“Mudah-mudahan ini seperti jas hujan. Jas hujan dari penangkalnya rompi oranye,” katanya lagi. Ghufron juga mengatakan bahwa pihaknya pun bersama terkait perbaikan sistem tata kelola. Hal ini juga mencakup peningkatan integritas kepada pihak PLN.