Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede menanggapi seorang netizen yang menyebut Nahdatul Ulama atau NU bukan Islam dan halal darahnya jika serang Islam.
Kang Dede menyindir bahwa salah satu propaganda bibit teroris adalah menghalalkan darah mereka yang tidak sepaham.
“Bibit TERORIS itu salah satu propagandanya selalu mengatakan yang tidak sepaham dengan mereka ‘Halal darahnya’. Dasar drakula lu,” kata Kang Dede melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 26 Maret 2022.
Bersama pernyataannya, Kang Dede membagikan cuitan @ByPaw*** yang menyebut NU bukan Islam, melainkan Nusantara.
Bukan hanya itu, netizen ini juga menyebut NU halal darahnya apabila menyerang Islam. Sebaliknya, menurutnya, NU wajib dihormati jika ingin berdamai.
- Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan 'Khilafuck'
- JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama
- Sindir Netizen Syukuri Tjahjo Kumolo Meninggal, Kang Dede: Ngaku Paling Beragama, tapi Kelakuan Dajjal
“Saya sudah sering bilang, NU itu bukan islam, tapi agama NUsantara,” kata netizen tersebut.
“Jika mereka menyerang islam, itu halal darah nya, jika dia berdamai wajib kita hormati,” sambungnya.
Lebih lanjut, netizen ini mengingatkan umat Islam untuk mewaspadai penyusupan NU ke dalam keluarga sebab dapat membunuh aqidah tauhid.
“Untuk umat islam yang beraqidah tauhid, waspadai NU menyusup bagaikan virus ke keluarga kita, mereka akan membunuh aqidah tauhid menjadi aqidah nusantara. Tks,” katanya.
Bersama pernyataannya, netizen ini membagikan berita soal wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Ari yang mengomentari soal NU Kabupaten Wajo terhadap Ustadz Firanda Andirja Abidin.
Keluarga besar NU Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menganggap bahwa Ustadz Firanda adalah “penceramah radikal”.
“Fenomena ini tentu saja perlu disikapi secara serius, sebab ini menyangkut wajah di Sulsel, apalagi ini kegiatan dakwah yang seharusnya disambut dengan suka cita,” ucap Murzayyin pada Sabtu, dilansir dari Era.
Muzayyin Arif menyinggung bahwa Sulsel dikenal sebagai daerah yang religiusitasnya sangat tinggi, di mana banyak ulama besar dan pondok pesantren yang berkiprah serta masyarakat cinta dakwah.
Ia pun menilai perlu didorong komunikasi antar pihak, dalam hal ini lintas aliran keagamaan melalui dialog terbuka dan tentu saja melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Menurut saya, MUI Sulsel bisa mengambil peran untuk menetralisir hal ini. Apalagi kepengurusan MUI sekarang kan lebih majemuk dengan mengakomodir ulama dari berbagai lembaga dan ormas,” katanya.
Muzayyin juga ingin agar MUI Sulsel sebagai institusi ulama hadir memberi solusi untuk masalah yang dihadapi Ustaz Firanda.
Sebelumnya, Ustaz Firanda Andirja Abidin dijadwalkan akan menjadi salah satu pengisi kegiatan tabligh akbar dan silaturahmi dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
“Kami menolak kehadiran Ustaz Firanda Andirja di Kabupaten Wajo karena berpotensi terjadinya gesekan di masyarakat,” kata Ketua GP Ansor Wajo Muhammad Ihwan pada Kamis, 24 Maret 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
