Terkini.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menyampaikan, Nurdin Abdullah diduga tidak cuma mendapat uang suap dari kontraktor Agung Saputra atau AS.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung KPK RI, Minggu dini hari 28 Februari 2021, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan beberapa kali NA menerima uang suap.
“Selain itu NA juga diduga menerima uang dari kontraktor lain,” ungkap Firli Bahuri.
Adapun uang dari kontraktor lain tersebut, antara lain:
Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta.
- Singgung H Sahabuddin Pisah dari Ilham Azikin, Nurdin Abdullah: Beliau Tak Mau Ikut Merusak
- Nurdin Abdullah: Saya Menerima Semua Proses yang Saya Jalani sebagai Takdir Allah SWT
- Bebas dari Penjara, Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Warga di Bantaeng
- Taufan Pawe Sebut Nurdin Abdullah Berjasa Terhadap Parepare
- Nurdin Abdullah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Bro Rivai: Beliau Orang Baik
Lalu pada pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp1 Miliar.
Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp2,2 Miliar.
Meskipun, KPK belum menyebutkan siapa kontraktor lain tersebut yang memberikan dana kepada Nurdin Abdullah.
Keterlibatan Agung Sucipto
Untuk diketahui, pengusaha yang ditetapkan tersangka bersama NA, yakni Agung Sucipto atau AS, merupakan Direktur PT APB (PT Agung Perdana Bulukumba) dan diketahui telah lama
kenal baik dengan NA.
Agung yang sudah banyak mengerjakan proyek besar di Sulsel diketahui berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur lagi di Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2021.
Olehnya itu, sejak bulan Februari 2021, KPK meyakini sudah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER (Edy Rahmat, tersangka lainnya) sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun
2021;
Dalam beberapa komunikasi tersebut, diduga ada tawar menawar fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan kerjakan oleh AS;
Sekitar awal Februari 2021, saat NA sedang berada di Bulukumba bertemu dengan ER dan juga AS yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira.
“NA menyampaikan pada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan oleh AS yang kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER untuk segera mempercepat pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang akan dilelang pada APBD TA 2022.
Disamping itu pada akhir Februari 2021, ketika ER bertemu dengan NA disampaikan bahwa fee proyek yang dikerjakan AS di Bulukumba sudah diberikan kepada pihak lain.
Saat itu NA mengatakan yang penting operasional kegiatan NA tetap bisa di bantu oleh AS.
AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sekitar Rp2 Miliar kepada NA melalui ER.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
