Terkini.id, Internasional – Beberapa politisi asal Israel mengkritik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas keputusan untuk melakukan gencatan senjata dengan Palestina.
Melansir dari Rmol, Gideon Sa’ar, salah satu elite partai New Hope atau Harapan Baru mengatakan bahwa keputusan Netanyahu adalah keputusan yang merugikan bagi bangsa Israel.
Tak hanya Sa’ar, Mantan Menteri Kehakiman Yamina Ayelet Saked mengarakan keputusan tersebut merupakan hal yang memalukan.
“Gencatan senjata tanpa syarat memalukan.” kata Yamina, dikutip oleh terkini.id, Jumat 21 Mei 2021.
Yamina mengatakan hal tersebut mengingat bahwa masih ada tentara Israel yang ditahan oleh Hamas Palestina.
- Tentara Israel: Militer Melakukan Serangan ke Target Organisasi Teroris Jihad Islam di Jalur Gaza
- Gus Yahya ke Dubes Rusia dan Ukraina: Kami Serukan Gencatan Senjata!
- LBH Papua Serukan Gencatan Senjata TNI-Polri dengan OPM, Begini Respons Mahfud MD
- Dampak Serangan Israel di Jalur Gaza, 10 Ribu Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal
- Sindir Israel Setujui Gencatan Senjata, Anwar Abbas: Gak Bisa Dipercaya
Oleh karenanya, Yamina menyayangkan adanya gencatan senjata tanpa syarat yang disetujui Netanyahu.
Seperti yang dikabarkan, serangan berasal dari Israel mulai menyerbu Palestina saat sebelum lebaran hingga saat ini.
Serangan tersebut bermula dari serangan dan pengusiran paksa di Masjid Al-Aqsha, Gaza juga diserang dengan puluhan rudal dari udara pada Minggu, 9 Mei 2021.
Akibat serangan tersebut, ratusan warga mengalami luka-luka, beberapa diantaranya tewas.
Setelah 11 hari lamanya kedua negara tersebut saling menyerang, Israel dan Palestina akhirnya memutuskan untuk gencatan senjata.
Dengan ditengahi oleh Mesir, akhirnya agresi militer selama lebih dari seminggu dihentikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
