Oknum Brimob Diduga Aniaya Warga Hingga Tewas, WALHI Sulsel Kecam PT Huadi Nickel Alloy

Oknum Brimob Diduga Aniaya Warga Hingga Tewas, WALHI Sulsel Kecam PT Huadi Nickel Alloy

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Organisasi Lingkungan Hidup Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan merespons tragedi penganiayaan yang berujung tewasnya seorang warga di Bantaeng, Sulawesi Selatan. 

Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin melayangkan kecaman keras ihwal penganiayaan warga Dusun Mawang, Desa Papangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng hingga tewas. 

Pelakunya diduga oknum Brimob di area pabrik Smelter PT Huadi. 

Amin mengatakan PT Huadi Nickel Alloy adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kematian Nuru, warga Desa Papangloe tersebut. 

Menurutnya, kejadian penganiayaan tersebut terjadi di sekitar area PT Huadi. Selain itu, menurut informasi yang berhasil dihimpun WALHI Sulsel, peristiwa penganiayaan terhadap Nuru terjadi saat dirinya sedang memulung. 

Baca Juga

“Tidak ada yang dapat membenarkan penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas. Bagi kami ini sudah kategori pembunuhan. Siapa pun pelakunya, PT Huadi Nickel Alloy adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kematian korban tersebut,” tegas Amin, Kamis, 19 Mei 2022. 

Atas peristiwa tersebut, lanjut Amin, WALHI Sulsel mendesak kegiatan pabrik pengolahan nikel PT Huadi Nickel Alloy dihentikan dan Direktur Utama perusahaan tersebut diberi sanksi berat.

Selain itu, Kepala Kepolisian Daerah Sulsel juga diminta menarik seluruh aparat brimob dari PT Huadi.  

“Walaupun pelakunya diduga oknum polisi, namun Direktur Utama PT Huadi Nickel Alloy juga harus diperiksa dan dihukum. Selain itu kami mendesak Bupati Bantaeng dan Gubernur Sulsel untuk segera mencabut izin operasi PT Huadi Nickel Alloy di Kecamatan Pajukukang, Bantaeng,” tambahnya. 

Amin juga mempertanyakan kehadiran personel Brimob atau kepolisian di sekitar area perusahaan yang melakukan penjagaan hingga penganiayaan yang menewaskan warga. 

Menurutnya, keberadaan dan keterlibatan aparat kepolisian di dalam kegiatan pengamanan perusahaan atau pabrik pengolahan nikel mengindikasikan bahwa institusi kepolisian tidak lagi berfungsi sebagai pengayom masyarakat, melainkan pengamanan perusahaan. 

“Kematian almarhum Nuru yang diduga tewas akibat penganiayaan oknum polisi di sekitar area pabrik PT Huadi adalah potret bahwa keberadaan aparat kepolisian di perusahaan bukan untuk melakukan pengamanan, melainkan untuk “mengeksekusi” warga yang masuk di dalam area perusahaan atau mencari hidup di sekitar area perusahaan,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.