Oknum Polisi Jeneponto Diduga Cekik Leher Pengunjuk Rasa

Irwan yang merupakan korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Aksi kurang lebih seratus massa yang menuntut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jeneponto dinonjobkan dari jabatan diwarnai aksi saling dorong di depan kantor Bupati Jeneponto, Selasa, 3 September 2019.

Pengunjuk rasa itu berasal dari forum massa, ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa dan aktivis pemuda Jeneponto diwarnai aksi yang tidak wajar dari seorang oknum anggota Polres Jeneponto.

Dimana salah seorang mahasiswa tergabung dalam aksi tersebut mengalami luka di bagian leher dan memar-memar akibat diduga dicekik oleh oknum aparat Kepolisian Resort Jeneponto.

Atas itu, Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Jeneponto.

“Kami mengecam tindakan oknum polisi, yang diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap salah seorang demonstran atas nama Irwan, yang sekaligus sebagai Jendral Lapangan yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Jeneponto,” tegas Ketua HPMT Jeneponto Herdiawan.DT.

Menurut, Ketua Umum PB HPMT Jeneponto, Herdiawan, korban adalah salah seorang pengurus komisariat HPMT Jeneponto.

“Kami akan melakukan konsolidasi akbar dengan seluruh Pengurus Komisariat HPMT di beberapa kampus untuk menyikapi tindakan oknum polisi itu. Insya Allah kita akan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Polres Jeneponto dan meminta kepada Kapolres Jeneponto untuk segera menyikapi apa yang sudah dilakukan anggotanya,” ujarnya.

Herdiawan juga menyampaikan, bakal mengawal kasus dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Anggota Polres Jeneponto.

“Kita akan mengawal kasus ini sampai ke Polda Sulsel, untuk mendesak dan mengevaluasi kinerja Kapolres Jeneponto dengan bawahannya,”tandasnya.

Sementara itu, Irwan yang merupakan korban, mengaku mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Jeneponto.

“Leher saya dicekik oleh oknum polisi pada saat saya dengan rekan peserta aksi mau masuk menemui bapak Bupati untuk memperjelas sikap dan tindakan yang akan diambil oleh Kepala Daerah terhadap salah satu pejabat pemerintah sebagai Kadis Koperasi yang telah melakukan pelecehan terhadap bawahannya (staf) sendiri,” ngaku Irwan kepada terkini.id, Selasa, 3 September 2019.

Berita Terkait