Terkini.id — Saat ini DPR RI akan segera membahas naska Akademik rancangan Undang-Undang (RUU) Omnisbus Law Cipta Kerja yang menjadi pro kontra bagi tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (SKPI) Sulsel, Abdul Muis mengatakan dalam RRU ini akan menjadi pelemahan tenaga kerja karena didalamnya terdapat undang undang yang melemahkan para buruh, khususnya jaminan sosial hingga tak mendapatkan pesangon saat berhenti dari perusahaan yang dia tempati bekerja.
“Setelah kami cermati, memang melemahkan pekerja yang sangat besar, ada aturan yang dirubah merubah dan menghapus. Tapi menerbitkan aturan baru, terutama jaminan sosial kita semua,” kata Abdul Muis dalam diskusi “Pro kontra Omnisbus Law” disalah satu warkop di kota Makassar, Sabtu 21 Maret 2020.
Dirinya juga menyebutkan dalam pembahasan naska akademik tak ada satupun dari perwakilan buruh yang dilibatkan. Bahkan pihaknya berupaya menggagalkan RUU Omnisbus Law.
“Jika memang nantinya disahkan kita masih memiliki hak untuk melakukan penolakan dengan mengajukan judicial review ke MK, ” tuturnya.
- Dampak UU Cipta Kerja, Partai Buruh Pastikan 10 Tahun ke Depan Perbudakan Modern Merajalela
- Said Iqbal Ancam Sebar Nama Pendukung Omnibus Law Cipta Kerja
- Jokowi Terbitkan JKP Pengganti JHT, Rocky Gerung: Saya Sudah Menduga Dia akan Muncul Sebagai Pahlawan
- UU Omnibus Law Itu Maunya Istana Bukan Rakyat! Fahri Hamzah: Semua Partai Politik Ditelepon, Lalu Semua Ikut
- Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja, AHY: Putusan Hukum MK Harus Dihormati
Pengamat Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar Dr Bahtiar Maddatuang mengatakan berdasarkan informasi yang yang dia dapatkan memang pemeritah tak melibatkan perwakilan buruh, seharusnya kata dia mereka ikut andil juga.
“Harus ditinjau ulang, saran saya pemerintah dapat melibatkan para buruh, atau organisasi yang berpihak kepada buruh,” katanya
Tapi kata dia yang harus ditingkatkan oleh pemerintah saat ini bagaimana investasi yang lima persen tersebut bukan untuk pembangunan tapi disetor industri atau mesin.
“Investasi saat ini masih bagus, tapi lebih banyak pada sektor pembangunan saja dan kita harapkan bagaimana bisa juga pada sektor mesin,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan saat ini pemerintah ingin bagaimana investasi dari Cina ke Indonesia setelah Cina mengalami kejolakan dengan Amerika.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
