Terkini.id, Makassar – Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan pembelajaran sekolah bjarak jauh dengan sistem daring selama pandemi Covid-19. Mereka mengeluhkan kuota internet yang mahal.
Menanggapi itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik menjelaskan bahwa belanja kuota bisa menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Jadi berdasarkan surat Menteri, itu dana BOS bisa dipakai untuk belanja kuota,” ucap Amalia, Rabu, 12 Agustus 2020.
Terkait teknisnya, Amalia mengatakan sepenuhnya diserahkan pada pihak sekolah. Termasuk melakukan pengamatan ihwal peruntukan dana BOS untuk biaya belanja kuota internet atau keperluan operasional lainnya seperti bayar listrik dan air.
Bahkan di Makassar disebut telah ada sekolah yang menggunakam dana BOS untuk belanja kuota. Amalia mengatakan sudah ada sekolah yang mengalokasikan dana BOS sebesar 12 juta untuk kouta internet.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
“Tinggal bagaimana caranya untuk memaksimalkan saja. Nanti pembelian kuotanya ada tapi alat fasilitasnya lagi tidak ada, jadi harus betul-betul selektif yang mana bisa dieberikan dan yang mana tidak. Tinggal sekolah aja teknisnya karena mereka lebih tau kondisi sekolah dan siswanya,” kata Amalia.
Lebih jauh, Amalia menjelaskan jika dana BOS juga bisa dipergunakan untuk belanja kebutuhan penanganan Covid-19, seperti pembelian masker, disinfektan, hand sanitizer, serta peralatan lainnya.
Kendati begitu, Amalia mengaku tak tahu menahu ihwal besaran dana BOS yang diterima tiap sekolah.
“Tiap sekolah beda-beda. Saya tidak tahu berapa itu karena swasta juga dapat, yang pastinya dana BOS tergantung data pokok peserta didik (Dapodik). Satu siswa dapat Rp100 ribu dan itu langsung dari pusat melalui rekening sekolah. Kalau Disdik Makassar hanya terima berupa bentuk laporannya saja,” tandasnya.
Bagi sekolah yang belum memberikan bantuan belanja kuota pada siswanya, Amalia menyampaikan agar mempercepat tahapan inventaris terkait nama-nama siswa yang berhak mendapatkan kuota internet.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
