Organisasi Sayap PDIP Sulsel Serahkan Bantuan Beras dan APD ke Pemprov

Di tengah pendemik Covid-19, organisasi sayap PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Taruna Merah Putih (TMP) Sulsel, menyerahkan bantuan ke Pemprov untuk disalurkan.

Terkini.id — Di tengah pendemik Covid-19,  organisasi sayap PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Taruna Merah Putih (TMP) Sulsel, menyerahkan bantuan ke Pemprov untuk disalurkan.

Kedua organisasi itu menyerahkan bantuan berupa 4000 zak beras 5 kg dan 100 APD (Alat Pelindung Diri) kepada Pemprov yang diterima langsung oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, di Ruang Pattingalloang rumah jabatan gubernur, Jalan Jend Sudirman Kota Makassar, Rabu 8 April 2020.

“Atas nama Pemprov dan masyarakat Sulsel mengapresiasi kepedulian BMI dan TMP atas bantuan yang diberikan, bantuan ini betul-betul sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nurdin Abdullah.

Menurut Nurdin, Virus Corona atau Covid-19 sudah menjadi isu nasional, bukan hanya menggerogoti kesehatan masyarakat, akan tetapi ekonomi juga ikut tergerogoti.

“Kami berharap wabah ini akan segera teratasi, sehingga hari ke hari akan semakin menurun pasien yang terjangkiti,” pungkas Mantan Bupati Bantaeng ini. 

Baca juga:

Pada proses penyerahan bantuan Pengurus BMI dan TMP Sulsel didampingi oleh dua anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PDIP Rudy Pieter Goni dan Risfayanti Muin.

Sementara Ketua BMI M Fathul Fauzi Nurdin didampingi oleh Sekretaris Raisuljaiz dan Bendahara dr Fadly Ananda bersama pengurus BMI lainnya.

sedangkan Ketua Taruna Merah Putih Sulsel Irhamsyah Gafar didampingi Sekretaris Olivia Sauta dan Bendahara Annisa bersama pengurus TMP lainnya.

Komentar

Rekomendasi

Gubernur Siapkan Pesawat Hercules Jemput TKI Asal Sulsel di Kalimantan Barat

Gubernur Sulsel Tegaskan Mal Ditutup

Program Wisata Covid Sulsel Berhasil Selamatkan 750 Pasien

Lies Nurdin Halal Bihalal Via Vicon, Harap Solidaritas Sosial Ditingkatkan

Gugus Tugas Sebut Sulsel Sudah Bisa Terapkan New Normal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar