Terkini.id, Jakarta – Novel Bamukmin selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 menanggapi pernyataan Said Aqil Siradj.
Adapun hal itu terkait Said Aqil yang meminta dosen agama di fakultas umum Perguruan Tinggi untuk tidak terlalu banyak mengajarkan perihal akidah dan syariah.
Oleh karenanya, Novel menganggap bahwa pernyataan ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni Said Aqil, itu telah mengkhianati Pancasila.
“Komen SAS (Said Aqil Siradj) diduga sudah mengkhianati Pancasila,” tanggap Novel, seperti dikutip terkini.id dari rmol pada Selasa, 6 Agustus 2021.
“Atau SAS memahami Pancasila rasa RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila),” sambungnya.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
“Atau BPIP yang unsur ketuhanan mau dibuang atau unsur ketuhanan dipersalahkan,” tutur Novel lagi.
Menurutnya, Said Aqil telah mengidap penyakit Sepilis, yang merupakan singkatan dari sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.
“Dengan realisasinya menolak tauhid diajarkan melalui para dosen. Karena sesungguhnya Pancasila dengan sila pertama adalah tauhid. Dengan begitu, Indonesia adalah negara tauhid,” papar Novel.
Karena, lanjut Novel, siapa pun yang beragama Islam dan menolak tauhid, maka dianggap sebagai komunis.
“Seminimal-minimalnya yang Sifilis (sepilis) itu. Yang jelas Sifilis (sepilis) sudah diharamkan oleh MUI tahun 2005 dengan ketetapan nomor 7,” pungkas Novel Bamukmin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
