Pamor Danny Pomanto Dinilai Semakin Lemah

Diskusi bertema Arah Parpol dan Elit Sulsel di Pilwalkot Makassar di Warkop 212 Toddopuli, Minggu 8 Desember 2019.

Terkini.id — Pamor mantan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dinilai semakin lemah dan tidak lagi menjadi pemain dominan di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020 mendatang.

Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menjelaskan kekuatan Danny otomatis melemah sejak jabatan walikota diemban oleh pelaksana tugas yang ditunjuk oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah.

Posisi Danny di Pilwali 2020 dipastikan sangat berbeda dengan posisi Danny saat masih menjabat Walikota Makassar.

“2018 peluang Danny sangat besar, sekarang bukan lagi terhitung petahana. Selama 20 bulan meninggalkan balaikota, itu saya kira Danny sangat menurun pengaruhnya. Danny otomatis kehilangan kekuatan politiknya. Apalagi karena perubahan perilaku para pendukung politiknya,” kata Firdaus dalam diskusi bertema Arah Parpol dan Elit Sulsel di Pilwali Makassar di Warkop 212 Toddopuli, Minggu 8 Desember 2019.

Firdaus menilai kekecewaan sejumlah partai politik pendukung Danny, akan membuat langkah arsitek tata kota itu ke depan menjadi jauh lebih berat dibanding Pilwalkot 2018.

“Apalagi di Nasdem, Pak Danny Cuma anggota biasa. Sekira dia Ketua DPC Kota, mungkin bisa (dapat tiket dan gerbong politik Nasdem.red) tapi kan hanya sebatas anggota. Jadi Danny selesai di internal partainya,” beber Firdaus yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini.

Sementara Direktur Komunikasi PT General Survei Indonesia (GSI), Sukmayadi Maeruddin memprediksi elektabilitas Danny akan terus merosot jatuh jelang Pilwali 2020 mendatang.

“Kalau kita perhatikan tren, elektabilitas Danny akan terus turun hingga hari H Pilwali 2020. Sementara parpol tentu akan menyorot elektabilitas sebagai pertimbangan utama mendapatkan rekomendasi usungan,” tandas Sukmayadi.

Menurutnya ada empat faktor yang menentukan seorang kandidat bisa mendapatkan tiket parpol, yakni integritas utamanya yang terkait dengan komitmen, kredibilitas/kapasitas, elektabilitas dan isi tas atau modal finansial.

“Danny mungkin memiliki isi tas dan kapasitas, tapi kurang dalam wilayah komitmen terhadap parpol pengusungnya, dan diperumit oleh masalah elektabilitasnya yang terus merosot jatuh,” imbuhnya.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar