Panwaslu Panakukang Tengah Dalami Kasus Ketidaknetralan Oknum ASN

Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, A Anna Sakti.(terkini.id/kamsah)
Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, A Anna Sakti.(terkini.id/kamsah)

Terkini.id,Makassar – Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kec. Panakkukang Kota Makassar, A. Anna Sakti, mengaku tengah mendalami dugaan pelanggaran ihwal netralitas terhadap oknum Aparat Sipil Negara.

“Prosesnya masih dari tahap informasi awal, tadi kami mengundang oknum yang diduga melanggar ketidaknetralitasan ASN, oknum tersebut menghadiri dan sangat kooperatif terkait dugaan yang disangkakan,” kata A. Anna saat ditemui di Kantor Bawaslu Panakukang, Makassar, Selasa 16 April 2019.

Terkait rentang waktu proses investigasi, A. Anna menyebut ada alur penanganan yang harus dilalui. “Melalui hasil klarifikasi, kami akan singkronkan dengan klarifikasi dengan undangan lain sekaitan dengan oknum tersebut seperti saksi,” ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, membuat acara pleno hasil investigasi, kemudian mengeluarkan hasilnya, “Apakah ini bisa ditindaklanjuti sebagai dugaan pelanggaran atau tidak ditindaklanjuti,” terangnya.

Kendati demikian, dia berjanji akan menuntaskan kasus tersebut secepat mungkin. Meski, kata A. Anna, di dalam aturan Perbawaslu 7 tak ada batas waktu terkait syarat formil materil.

“Tetapi syarat formil materilnya terpenuhi semua, jadi akan pleno untuk meningkatkan apakah ditindaklanjuti atau tidak, paling lambat besok sore hasilnya sudah keluar,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, dia juga mengatakan bahwa satu saksi sudah dimintai keterangan tadi siang terkait pelanggaran oknum ASN tersebut.

“Satu saksi yang satu lagi tidak sempat hadir karena tidak bersedia, (takut). Jadi ada dua saksi,” tutupnya.

Sebagai tambahan, saksi terhadap oknum ASN tersebut berpotensi menjadi terduga. Hal itu lantaran sebagai saksi dia menjabat Ketua KPPS TPS 13.

Sebagai Ketua KPPS yang notabene adalah penyelenggara Pemilu, saksi dapat dikenai aturan DKPP No. 2 tahun 2017 tentang kode etik penyelenggara Pemilu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Teka-teki Skenario Akhir Demo di Hong Kong

TEKA-teki skenario akhir demo di Hongkong terjawab. Minggu malam lalu.Malam itu kelompok radikal kembali ke markas mereka: di The Hong Kong Polytechnic University. Jumlahnya
Opini

Mengapa Ahok Perlu Memimpin Pertamina?

TADINYA, sistem pengelolaan Migas di Indonesia menerapkan skema bagi hasil atau Production Sharing Cost (PSC) cost recovery.Namun sekarang sudah diganti dengan skema Gross Split.
Opini

Hong Kong Sedang Merusak Dirinya Sendiri

MULANYA adalah kriminal biasa. Chan Tong-Kai, remaja Hongkong usia 20 tahunan menikmati liburan bersama kekasihnya Poon Hiu-wing di Taiwan, Fabruari 2018.Tapi tampaknya pasangan itu
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan