Makassar Terkini
Masuk

Pengacara Akui Belum Pernah Mendengar Kesaksian Putri Candrawathi: Kita Mau Nanya Apa Kalau Dia Nangis

Terkini.id, Jakarta – Salah satu pengacara Putri Candrawathi, Patra M Zen mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah mendengar langsung kesaksian kliennya terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam acara Talkshow Rossi, Patra M Zen mengatakan hanya membaca soal kasus yang menimpa kliennya ini dan sama sekali belum pernah mendengarkan secara langsung ucapan Putri Candrawathi tentang kasus yang melibatkan dirinya.

“Lalu Anda, mewakili Ibu Putri. Anda sendiri sudah mendengar kesaksian dari Ibu Putri, atau Anda sebelumnya mendengar dari sang suami?” tanya Rosianna Silalahi kepada Patra M Zen, dikutip dari wartaekonomi.co.id, Sabtu 20 Agustus 2022.

“Saya ini sempat membaca,” jawab Patra M Zen.

“Bukan, pertanyaan saya adalah mendengar langsung dari Ibu Putri, bukan membaca,” ucap Rosianna Silalahi.

“Belum pernah,” kata Patra M Zen.

Menurut Patra M Zen, kondisi Putri Candrawathi yang selama ini selalu menangis jika bertemu dengan siapapun yang menyebabkan sangat sulit untuk mendalami kasus tewasnya Brigadir J.

Oleh karena itu, Patra M Zen dan LPSK tidak bisa menggali lebih dalam tentang keterlibatan Putri Candrawathi dalam kematian Brigadir J.

“Bagaimana mau dengar langsung LPSK datang dia nangis, saya datang dia nangis. Gimana mau nanya? Orang kan harus ada empatinya mbak Rosi. Orang misalkan datang ke rumahnya, kita mau nanya apa kalau dia lagi nangis, dia lagi depresi,” ungkap Patra M Zen.

Selanjutnya, Patra M Zen merasa dirinya telah memperoleh informasi yang salah dan dibohongi soal kasus pelecehan seksual yang ternyata merupakan cerita palsu dan tidak terbukti kebenarannya.

“Saya diberi informasi yang keliru. Kalau bahasa sekarang, saya kena prank. Saya dibohongi karena memang tidak pelecehan seksual di Duren Tiga,” imbuh Patra M Zen.

Walaupun begitu, Patra M Zen tidak akan berhenti untuk melaksanakan kewajibannya sebagai pembela Putri Candrawathi.

Sebagai informasi, pada Jumat 19 Agustus 2022, Bareskrim Polri mengumumkan status istri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memutuskan bahwa Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Putri Candrawathi akan dikenakan Pasal 340 Subsider 338 Juncto Pasal 54 Juncto Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Penyidik telah menetapkan saudari PC sebagai tersangka,” papar Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

“Saudari PC kami jerat dengan Pasal 340 Subsider 338 Juncto Pasal 54 Juncto Pasal 56 KUHP,” pungkas Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.