Masuk

Soal Acara Relawan Jokowi, PDIP: Ada Berapa Miliar Duit Kesana..

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Masinton Pasaribu selaku Politikus PDIP mempertanyakan acara Gerakan Nusantara Bersatu yang diadakan oleh relawan Jokowi dan menilai acara tersebut diprediksi mengeluarkan uang hingga puluhan miliar rupiah.

Pria yang menjabat sebagai anggota legislatif ini berpendapat Gerakan Nusantara Bersatu yang dihadiri oleh Presiden Jokowi hanyalah acara yang bersifat buang-buang uang saja.

“Ada berapa puluh miliar duit ke sana, bahkan mungkin ratusan miliar hanya untuk acara hura-hura di tengah situasi yang sulit,” ujar Masinton Pasaribu, Rabu 30 November 2022.

Baca Juga: Viral, Pidato Megawati: Jokowi Kalau Gak Ada PDIP Kasihan Dah

Selanjutnya, Masinton Pasaribu menyinggung tujuan acara Gerakan Nusantara Bersatu itu dibuat.

“Apa sih urgensinya dengan acara hura-hura seperti itu? Acara Senayan kemarin itu apa gitu loh. Pesan apa yang mau disampaikan ke publik selain hura-hura?” katanya.

Selain itu, Masinton Pasaribu menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih belum terlepas dari penyebaran Virus Corona alias Covid-19.

Baca Juga: Politikus PDIP Prediksi Syahrul Yasin Limpo Akan Didepak Dari Kabinet Jokowi

Belum lagi permasalahan gempa Cianjur yang kemungkinan akan berdampak buruk bagi para korban gempa Cianjur.

Kemudian Masinton Pasaribu menghitung perkiraan berapa jumlah bus yang dipakai untuk menampung semua relawan Jokowi yang mayoritasnya berasal dari luar Jabodetabek.

“Itu biasa sangat besar, hitung saja kalau mendatangkan 100.000 kali bus, butuh berapa ribu bus ke sana. Kalau 100.000 kali 1 bus itu 50, butuh 2000 bus dan itu busa rata-rata semua dari luar Jawa,” tuturnya.

Oleh karena itu, Masinton Pasaribu berharap Presiden Jokowi sadar kalau dirinya adalah kepala negara bukan sekedar presiden untuk relawannya.

Baca Juga: Relawan Jokowi Masih Eksis, Pengamat: Harusnya Sudah Selesai

Masinton Pasaribu juga mengingatkan kalau relawan tidak bisa menentukan kandidat Calon Presiden (Capres).

Pemilihan Capres berdasarkan dasar hukum yang berlaku di Indonesia merupakan kewajiban partai politik.

“Mau relawan kumpul berapa juga, itu syarat dalam perundang-undangan itu adalah partai politik yang mencalonkan,” ucapnya.

Sumber: suara.com (jaringan terkini.id)