Peninjauan Harga Bahan Pokok, Rudy Pieter Goni Minta Pemprov Sulsel Gelar Operasi Pasar

Peninjauan Harga Bahan Pokok, Rudy Pieter Goni Minta Pemprov Sulsel Gelar Operasi Pasar

R
Muh Nasruddin
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id – Dua Anggota DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni dan Risfayanti Muin meninjau harga bahan pokok jelang perayaan Natal dan tahun baru 2022, di Pasar Tradisional Pabaeng-Baeng Kota Makassar, Jumat 24 Desember 2021.

Rudy Pieter Goni dan Risfayanti Muin hadir mendampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. 

Berdasarkan pantauan harga kebutuhan bahan pokok, jenis cabe-cabe dari Cabe Rawit yang dulunya Rp15.000 satu kilonya, naik jadi Rp 85.000. Cabe Kriting dari Rp 20.000 satu kilonya, naik jadi Rp 50.000. Cabe Merah, dari Rp 25.000 satu kilonya naik jadi Rp 45.000.

Selain itu, harga telur juga mengalami kenaikan cukup tinggi, kendati pasokan melimpah. Dari Rp 43.000 satu raknya naik jadi Rp 48. 000.

Dan beras untuk jenis Premium, juga dikethaui mengalami kenaikan serupa, dari Rp252.000 jadi Rp257.000 setiap satu karungnya ukuran 55 Kilo Gram.

Baca Juga

Smentara minyak goreng yang dulunya hanya Rp 30.000 setiap botolnya ukuran 6 Mill Liter, juga naik menjadi Rp 45.000.

Anggota DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) yang ikut dalam kegiatan tersebut menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dalam rangka menghadapi dua hari besar ini.

Dalam pemantauan, RPG menyebut, beberapa komoditas barang mengalami kenaikan harga. 

“Ada beberapa barang yang naik, seperti telur, cabe dan minyak goreng. Telur itu di kisaran 48 ribu dan cabe 85-90 ribu per-kilo,” ungkap RPG.

Untuk itu, menurut Politisi PDIP ini, pihaknya meminta agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perdagangan untuk dapat melakukan operasi pasar murah. 

“Tadi kami sudah tanyakan ke Pak Gubernur, akan langsung ditindaklanjuti dengan operasi pasar,” katanya.

Selain itu, lanjut RPG, dalam kunjungan yang juga dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Nana Sujana itu, Polda Sulawesi Selatan juga akan menurunkan Satgas untuk memantau harga komoditas di pasaran.

“Memang dipahami, dalam situasi ini kenaikan harga itu memang biasa terjadi, lantaran supply dan demand yang tidak seimbang. Banyak permintaan tetapi ketersediaan barang itu sedikit,” kata RPG.

Beberapa komoditas, kata RPG, juga sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir. “Kita berharap, dengan adanya intervensi dari Pemprov Sulsel, hal ini bisa diatasi. Terlebih, Bulog juga sudah melakukan operasi pasar yang juga sudah kita tinjau pelaksanaannya,” terangnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.