Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Bone agar dapat terlibat secara aktif dalam sektor pertanian. Melalui Program YESS, inklusivitas pertanian diharapkan dapat menjangkau dan memberikan manfaat bagi kelompok ini, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Workshop ini fokus pada pembuatan kokedama, yaitu sebuah teknik bercocok tanam yang unik dengan menggunakan bola tanah sebagai media tanam. Teknik ini merupakan alternatif menarik bagi penyandang disabilitas yang mungkin memiliki keterbatasan fisik atau mobilitas.
Peserta diberikan pelatihan dan panduan langsung oleh Young Ambassador Agriculture YESS Programme Kementan 2023 sebagai trainer. Mereka belajar langkah-langkah pembuatan kokedama serta perawatan yang diperlukan untuk mempertahankan keindahan tanaman tersebut hingga diharapkan berlanjut pada pendampingan pemasaran bersama fasilitas pemuda.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada penyandang disabilitas untuk berpartisipasi secara aktif dalam sektor pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap inklusivitas dan potensi yang dimiliki oleh penyandang disabilitas di bidang pertanian.
Dalam sambutannya, Kadis TPHP menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap upaya PPIU Sulawesi Selatan dan Young Ambassador Agriculture YESS Programme dalam mempromosikan inklusivitas pertanian. Kadis TPHP dan Sekdis Sosial juga menyatakan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan komunitas untuk menciptakan peluang yang setara bagi semua orang, tanpa memandang keterbatasan. Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga siap mendukung kegiatan YESS kedepannya.
- Polbangtan Kementan Turun Langsung ke Sawah, Perkuat Gerakan Tanam Serempak Demi Swasembada Pangan
- Brigade Pangan Sulbar Naik Kelas, Kementan Bekali SDM dengan Teknologi Pertanian Terkini
- Perkuat Transparansi, Polbangtan Gowa Komit Wujudkan Tata Kelola Bersih di Lingkup Kementan
- Perkuat Kompetensi Sektor Agroteknologi, Polbangtan Gowa Teken Kerja Sama Strategis dengan PT Global Papua Abadi
- Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Prestasi Juara Debat dan Desain Poster di BAMPIWIL 2026
Pelaksanaan workshop ini, diharapkan menjadi titik awal dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan peluang inklusif bagi penyandang disabilitas di sektor pertanian.
Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak terkait, diharapkan kegiatan serupa dapat diperluas dan diadopsi di daerah lain, sehingga inklusivitas pertanian dapat terwujud secara merata di seluruh Indonesia, terkhusus untuk daerah sasaran program YESS.
Terpisah Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar berharap pelaksanaan workshop dapat memberi bekal dan nilai tambah untuk para penyandang disabilitas dalam berkarya dan menumbuhkan perekonomian.
“Saya berharap kaum disabilitas dapat berperan dalam menumbuhkan perekonomian di Bone, mereka bisa ikut berwirausaha bahkan akan kami intervensi dengan mengikutkan di pelatihan yang ada di program YESS. Dengan berwirausaha kami berharap kehidupan mereka makin baik bahkan sejahtera” tandas Detia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
