Terkini.id, Makassar – Dalam rangka mewujudkan dan mensukseskan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yakni Organisasi Penggerak, Forum OSIS Sulsel ikut andil meluncurkan program OSIS Care (OSIS Peduli).
Tujuan kegiatan OSIS Care adalah untuk bisa membantu siswa dan siswi yang kurang mampu (miskin), supaya mereka bisa melanjutkan sekolahnya sampai lulus, dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Adapun bantuan yang diberikan adalah berupa alat tulis, buku bacaan, buku Iqro, Al-Quran, sepatu serta seragam sekolah.
Kegiatan OSIS Care adalah sebuah kegiatan kepedulian dimana Kepengurusan OSIS mulai dari Kepala Sekolah, Guru-guru, Pembina OSIS sampai pengurus OSIS sukarelawan peduli bersama membantu siswa dan siswi yang membutuhkan, bahkan jika ada guru sakit atau ada yang meninggal dunia akan diberikan apresiasi serta penghargaan.
Kegiatan ini dilaksanakan serempak di 24 kabupaten/kota. Pemberian bantuan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurussaadah, RT.01/ RW.03, Dusun Lonrong, Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

- Gelar Youth Sport Camp 2022, Komite OSIS Nasional Gandeng Forum OSIS Sulsel
- Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Buka Kegiatan Forum OSIS Collaboration Festival 2021
- Wakil Wali Kota Makassar Buka LDKS Nasional Forum OSIS Sulsel
- Forum OSIS Sulsel Gandeng Kemenpora Ihwal Pemberdayaan Siswa di Sekolah
- Forum OSIS Sulsel Ajak Sekolah Jauhi Tindakan Radikalisme dan Terorisme
Asmar selaku salah satu orang tua siswa SDN 88 Lonrong, merasa bersyukur dengan adanya program OSIS Care dari Forum OSIS Sulsel.
“Alhamdulillah dengan adanya bantuan siswa kurang mampu, pogram OSIS Care yang dilaksanakan oleh Forum OSIS Sulawesi Selatan bisa bermanfaat dan berguna untuk kepentingan siswa dan siswi yang miskin serta membutuhkan,” ujarnya.
“Semoga ke depannya kegiatan tersebut bisa berkelanjutan dan membantu siswa dan siswi yang miskin lainnya,” sambungnya.
H. Ahmad Wahyu, S.IP., M.H selaku Ketua Dewan Pembina Forum OSIS Sulawesi Selatan menyampaikan, bahwa berdasarkan Assesment team survey Forum OSIS Sulawesi Selatan masih ada sekitar 49% siswa dan siswi yang taraf hidup ekonomi (penghasilan) kedua orang tuanya di bawah garis kemiskinan.
Oleh sebab itu, kata Ahmad Wahyu, untuk sandang dan pangan saja mereka kekurangan. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, dikarenakan mengeluh akan biaya untuk membeli alat tulis, seragam sekolah, dan perlengkapan lainnya.
“Forum OSIS Sulawesi Selatan juga mengucapkan kepada donatur yang telah berbaik hati memberikan sumbangsih serta sebagian dari hartanya untuk anak bangsa yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
