Pejuang Disabilitas dari Desa Borisallo

Muhammad Takdir, Disabilitas Daksa di Desa Borisallo, Kabupaten Gowa

Terkini.id – Pada dialog multipihak gerakan sosial bagi disabilitas di Desa Borisallo, Rabu 21 Agustus 2019, yang dilaksanakan YASMIB Sulawesi bersama Pemerintah Desa Borisallo, seorang difabel daksa mengawali paparan gambaran kondisi disabilitas. Sebelum narasumber lain dari OPD Kabupaten Gowa menyampaikan materi.

Paparan tersebut menjadi dasar pembuka wawasan bagi narasumber dan audiens tentang kondisi nyata warga disabilitas di Desa Borisallo.

Namanya Muhammad Takdir, menjelaskan keadaan warga difabel yang telah didata di Dusun Bontojai, dan Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo. Takdir menerangkan secara gamblang kondisi infrastruktur jalan sampai ke dusun paling terjauh di ujung timur dusun Pakkolompo, yang menurutnya dalam kondisi yang sulit diakses. Dirinya juga baru mengetahui itu saat proses pendataan yang sebelumnya  tidak pernah dijangkaunya.

Menurutnya, dari 43 orang data disabilitas yang tersasar,  kebanyakan diantaranya adalah disabilitas daksa, menyusul netra (Low visin dan totally blind), kemudian rungu wicara dan mental. Dijelaskan juga penyebab kedisabilitasan, diantaranya sejak lahir orang, kecelakaan dan karena sakit.

Informasi data  (BDT) 2018, difabel di Borisallo hanya berjumlah 13 orang. Ternyata setelah penjangkauan, data itu lebih besar beberapa kali lipat.

Dalam paparan lanjutannya, disampaikan bahwa disabilitas tersebut mayoritas merupakan kepala keluarga. Adapun persoalan pendidikan, banyak diantaranya putus sekolah dan anak usia sekolah yang tidak tidak mengakses pendidikan.

Hasil verfifikasi lapangan ini juga menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa warga difabel yang belum melakukan perekaman, ada yang telah memiliki KK dan KTP namun masih versi lama. Sehingga dibutuhkan penyesuaian administrasi kependudukannya.

Dalam pendataan itu juga bukan hanya mendapatkan informasi tentang kondisi disabilitas dan permasalahannya, namun disasar pula apa yang menjadi kebutuhan mereka terkait pemenuhan ekonomi.

Jika melihat hasil wawancara dan kondisi lapangan, sebagian besar mata pencaharian mereka adalah bertani. Jadi hal yang dibutuhkan adalah bantuan alat yang dapat menunjang peningkatan hasil produksi pertaniannya. Disamping itu dibutuhkan pula bantuan usaha dan untuk peternakan.

Selanjutnya yang paling penting adalah ada empat disabilitas yang sifatnya darurat dan butuh penanganan secepatnya. Melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan, bagaimana pihak terkait bisa memikirkan ini.

“Selanjutnya mengetuk hati pihak terkait segera mengambil tindakan sesegera mungkin,” tegasnya.

Di ujung keterangan yang disampaikan, dirinya mengatakan bahwa pendataan yang dilakukannya berbasis intrumen BDT (Basis Data Terpadu) dalam arti, format pendataan yang digunakan adalah instrumen BDT. Ditambahkan pula bahwa adanya pendataan ini merupakan atas dukungan dari beberapa pihak antara lain Pemerintah desa dan YASMIB Sulawesi melalui Program Peduli Disabilitas.

Dikatakannya, jumlah 43 itu masih mungkin dan pasti masih bertambah dengan adanya pemberitahuan dari warga lainnya,  bahwa masih ada orang dengan disabilitas yang belum didatanginya. Dirinya berkomitmen akan melanjutkan kunjungan lapangan, sehingga seluruh masyarakat kategori difabel akan terdata secara tuntas.

Mengapa memulai dengan data, menurutnya, dalam perencanaan pembangunan harus dimulai dengan data. Dari datalah kita mengetahui kondisi dan memahami apa yang harus dilakukan.

Borisallo bukanlah desa dampingan Program Peduli sebelumnya, namun YASMIB Sulawesi menemukan orang yang mau melakukan perubahan, memikirkan bagaimana penyandang disabilitas di desanya ditemukan, berapa jumlahnya, diketahui kondisinya dan apa yang bisa dilakukan untuk mereka, sehingga YASMIB Sulawesi ingin berkontribusi mewujudkannya meski peran itu kecil. Dimulai dengan mendata, mensosialisasikan isu inklusi disbailitas kepada pemerintah desa dan stakeholder lainnya.

Mengenal Sosok Muhammad Takdir

Borisallo merupakan salah satu desa di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa yang masuk kategori wilayah ketinggian. Dari desa ini seorang kader disabilitas menjadi inspirator  pengawalan desanya merintis menuju desa peduli disabilitas.

Muhammad Takdir, disabilitas daksa yang berdomisili di Bontojai, memulai geliatnya setelah vakum dari kegiatan kemasyarakatan karena kondisi  kedisabilitasannya dengan terlibat sebagai Relawan Demokrasi (RELASI) yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Gowa, segmen disabilitas dan sukses menjadi relasi terbaik.

Dari kegiatan tersebut menjadi awal terlibat dalam rangkaian kegiatan Program Peduli yang dikenalkan oleh pengurus PPDI sebagai rekannya yang terlibat sebagai relasi.

Kegiatan pertama yang diikuti, pelatihan penguatan kapasitas bagi organisasi disabilitas Kabupaten Gowa dan menyusul keterlibatannya pada kegiatan lainnya.

Berawal dari situ, dirinya kemudian berinisiasi melakukan pengawalan di desanya, dimulai dengan pendataan warga disabilitas berbasis instrumen BDT. Motivasi melakukan pendataan tersebut berangkat dari rasa penasaran setelah mendapatkan informasi dari OPD terkait, bahwa data disabilitas di desanya yang berbasis data BDT, sebanyak 13 orang.

Setelah data tersebut di genggaman, proses selanjutnya bagaimana menyambungkan informasi kondisi warga disabilitas itu dengan pihak yang harusnya bertanggung jawab atau yang berwenang. Hasil pendataan itu dikomunikasikan dengan YASMIB Sulawesi dan pemerintah desa sebagai pihak yang memberi dukungan dalam rangkaian pendataan,  kemudian menyepakati melaksanakan sosialisasi isu inklusi disabilitas dalam bentuk dialog.

Komitmennya melakukan pendampingan di desa terus dilakukan. Sebelumnya,  saat pelaksanaan musyawarah desa di Borisallo, Muhammad Takdir terpilih menjadi salah satu tim perumus RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Desa, keterwakilan unsur pemuda dan disabilitas.

Diharapkan dapat secara konsisten mengawal isu disabilitas dapat terakomodir dalam dokumen perencanaan penganggaran Desa tahun 2020.  Selain itu telah terpilih juga secara aklamasi sebagai ketua Forum Peduli Disabilitas Desa Borisallo yang  terbentuk  di akhir rangkaian acara dialog tanggal 21 Agustus 2019. Pembentukan Forum Peduli satu langkah untuk upaya pengorgnisasian difabel.

Indikator lainnya menuju desa inklusi adalah adanya regulasi terkait disabilitas menjadi  fokus berikutnya. Terkait itu pemerintah desa dan BPD telah menyepakati pembahasan dratf peraturan desa tentang perlindungan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Hal ini awalnya juga merupakan hasil komunikasi dan advokasi Muhammad Takdir  kepada pemerintah desa melalui BPD. BPD menyambut baik niat ini yang selanjutnya langsung  disambut oleh YASMIB Sulawesi untuk dapat mewujudkan itu, diskusi bersama menyusun draft tersebut.  pembahasan draft perdes ini telah terlaksana pada tanggal 22 Agustus 2019.

Takdir adalah pejuang inklusi disabilitas. Takdir mau dan mampu melakukan pendataan yang menjangkau sampai dusun terjauh demi mendapatkan data dan memahami keadaan sesama disabilitas, dilakukannya dengan tulus dengan motivasi kepedulian, bagaimana bisa membawa manfaat bagi sesama.

Perjuangan itu dilakukannya tanpa mengeluh kelelahan, meski dirinya berupaya mengabaikan kondisinya yang tak selincah orang lain.

Perwujudan inklusi sosial semoga dapat terealisasi dalam bentuk adanya  penerimaan sosial bagi disabilitas, penerimaan sosial dari keluarga, masyarakat dan pemerintah. selanjutnya, terpenuhinya layanan publik yang aksesibel dan didukung oleh kebijakan (regulasi dan anggaran) yang inklusi.

Pesan Muhammad Takdir

Takdir berharap penyandang disabilitas mampu hidup secara mandiri dan berpartisipasi secara penuh dalam semua aspek kehidupan, pihak yang berwenang harus mengambil kebijakan yang sesuai untuk menjamin akses bagi penyandang disabilitas, atas dasar kesetaraan dengan yang lainnya, terhadap lingkungan fisik, transportasi, informasi, dan komunikasi.

Termasuk teknologi dan sistem informasi dan komunikasi, serta terhadap fasilitas dan layanan lainnya yang terbuka atau tersedia untuk publik.

Penulis: Direktur Program YASMIB Sulawesi, Masita Syamsuddin

Berita Terkait
Komentar
Terkini