Yasmib Sulawesi Latih Warga Desa Kelola Anggaran Sesuai Modul Sekar

Terkini.id, Pangkep – YASMIB Sulawesi melalui program pelembagaan akuntabilitas sosial untuk mewujudkan pemerintah desa yang transpran dan partisipatif, bekerjasama SEKNAS FITRA, KOMPAK, dan DFAT Australia melaksanakan pelatihan Fasilitator Sekolah Anggaran (SEKAR) Desa.

Acara digelar di Lantai 1 Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep. Dengan tujuan peserta mampu menguasai dan memahami teknik memfasilitasi. Sesuai dengan modul Sekolah Anggaran Desa (SEKAR).

Untuk melahirkan tenaga fasilitator  Sekolah Anggaran (SEKAR) Desa sesuai dengan Modul SEKAR Desa di Kabupaten Pangkep.

Peserta dalam kegiatan ini yakni utusan 13 kecamatan di Pangkep , DMPD, Bappeda, Tapem dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pangkep yang berjumlah 30 orang.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam musim pandemi COVID-19 ini model kegiatan tidak seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kegiatan ini menggunakan dua model system, yakni tatap muka dan virtual zoom.

Baca Juga: Posko Bersama dan MTS Salurkan Bantuan di 11 Desa Dampak...

Peserta dibagi menjadi tiga ruangan, karena maksimal satu ruangan 10 orang. Panitia dan fasilitator serta narasumber satu ruangan juga.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Selama dua hari ini peserta akan mempelajari Teknis memfasilitasi dan fungsi petugas kecamatan/PTPD.

Harapannya peserta mampu memfasilitasi atau mendampingi dalam menyusun dokumen perencanaan dan penganggaran.

Baca Juga: Posko YASMIB Sulawesi Kirim Bantuan Tahap III ke Sulbar

“Melakukan pendampingan penyusunan RKP Desa dan APB Desa tahun 2021 secara maksimal dan memberikan manfaat kepada 65 desa di Kabupaten Pangkep dari 13 Kecamatan,” kata Sarwansa, perwakilan KOMPAK Sulsel.

Abdul Haris Haz Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangkep mengatakan, kegiatan ini tidak ketemu langsung.

Namun kegiatan ini bukan sekedar komentar atau tanggapan masyarakat. Namun betul-betul untuk peningkatan kapasitas.

Peran PTPD ini sangat penting bagi aparat Kecamatan. Karena kabupaten sudah memberikan kebebasan tugas terkait dengan penanganan teman-teman dari desa.

Sampai saat ini aparat pengawasan terlibat dalam penanganan ini sangat minim. Kegiatan ini terkait dengan pengawasan teknis yang ada di desa dari kecamatan.

“ToT ini tentunya menjadi pegangan teknis pemerintahan desa,” kata Haris.

Menurutnya, persoalan Pemerintah Desa itu terutama terkait bagaimana kinerja BPD, aparat desa terkait dengan penggunaan pengelolaan anggaran desa.

ToT ini diharapkan menghasilkan peserta handal mendampingi teman-teman desa. Khusus teman BPD itu sekarang masih jalan sendiri-sendiri.

Artinya mereka belum paham terhadap tugas pokok dan fungsinya. Terutama terkait membuat peraturan yang ada di desa dan bagaimana mendampingi anggaran di desa.

Dalam kegiatan menghadirkan fasilitator dan narasumber Dzulfadhli – Kabid Pemdes DPMD Pangkep, Mardini – TA P3MD Pangkep, Azlim  – KOMPAK Provinsi Sulsel, Rosniaty Azis – Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi.

Koordinator KOMPAK Sulsel Ahmar Djalil mengucapkan terimkasih kepada YASMIB Sulawesi sebagai simpul jaringan Seknas FITRA.

Karena sudah berusaha untuk memaksimalkan kegiatan ToT bagi Kecamatan PTPD dalam upaya penguatan pengawasan Binwas melalui Sekar Desa.

Untuk memperkuat pemerintah desa khususnya bagi teman-teman BPD dalam mengawal anggaran desa kedepan.

Dalam proses ini luar biasa karena dalam proses ini ToT yang unik karena bisa dilakukan bertatap muka dari ruangan ke ruangan dan sebagian ada di dunia maya dan sebagian dunia maya.

Mudah-mudahan proses yang dijalani dua hari ini ada keterbatasan namun tidak mengurangi semangat kita memperkuat teman kecamatan, PTP dan unsur DPMD terlibat dan kecamatan.

Jadi kita berharap hasil ToT ini menjadi modal Bapak Ibu dari berbagai kecamatan untuk menjadi bagian dari proses untuk memperkuat bimbingan dan pengawasaan anggaran atau pembinaan anggaran desa yang ada di Kabupatne Pangkep.

Misban Hasan Sekjen Seknas Fitra mengatakan, Sekar Desa atau sekolah anggaran desa itu roh, bagaimana mendorong aktiviti, keterlibatan warga desa dalam mendorong penganggaran maupun tata kelola pemerintahan melalui BPD.

Memperkuat BPD dalam fungsi dan peran BPD dalam tata kelola pemerintahan desa, sehingga ada kanal dalam mendorong pemerintah desa untuk transparansi dan akuntabel.

Mendorong warga desa aktif dalam perencanaan, penganggaran, sampai pelaksanaan program dan kegiatan ditingkat desa, ini secara konsep dan teoriti, jadi ini konsep terkait akuntabilitas social.

“Jadi ini syaratnya transparansi pemerintah desa dan partisipasi warga desa itu sangat inti dari sekolah anggaran desa,”.

ToT ini diharapkan ada sinergi antara kecamatan/PTPD dengan fasilitator-fasilitator dan pendamping desa yang selama ini diperkuat secara organik, ada yang ditunjuk oleh desa.

Seperti YASMIB Sulawesi, ada kader ditingkatan desa maupun CO (community organizer) dalam mendampingi desa-desa untuk memperkuat pemerintah desanya melalui BPD.

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menguasai Modul Sekolah Anggaran (SEKAR) Desa sebagai bahan ajar di tingkat kabupaten maupun di desa dampingan program dan adanya tenaga 30 fasilitator Sekolah Anggaran (SEKAR) Desa di Kabupaten Pangkep.

Bagikan