Pemilik Warkop yang Diamankan Satgas Covid-19 Soppeng Diduga Tak Diberi Makan

Terkini.id, Soppeng – Sejumlah pemilik usaha warung kopi (Warkop) di Soppeng diduga diamankan oleh petugas Satgas Covid-19 Soppeng pada Rabu 20 Januari 2021 lalu karena dinilai telah melanggar aturan pada Surat Edaran yang sudah ditetapkan.

Para pemilik usaha ini diberikan pengarahan langsung oleh Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Soppeng, Letkol INF Richard M Butarbutar, di Villa Yuliana, Soppeng.

Namun, para pemilik usaha yang diamankan ini ternyata tidak mendapatkan pelayanan makan dan minum saat diamankan dan diinapkan oleh petugas Patroli Satgas Covid-19.

“Sejak diamankan semalam (Rabu, red), pukul 2 siang baru kami makan. Itupun karena saya yang minta bantuan untuk dibelikan makan oleh teman,” kata salah satu pemilik warung yang enggan disebutkan namanya, Kamis, 21 Januari 2021.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ia pun mengeluhkan para petugas yang tidak memberikan layanan kepada para pengusaha warung yang diamankan sejak kemarin.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Soppeng, Kaswadi Razak-Lutfi Halide Rencana Dilantik Akhir...

Hal itu pun mendapat sorotan dari Aktivis Lekas, Usman. Pasalnya, kata dia, petugas yang mengamankan pemilik usaha tidak mengacu pada kemanusiaan.

“Jika itu benar, sangat disayangkan masyarakat kita yang mencari sesuap nasi dengan membuka usaha. Ketika diamankan karena dinilai melanggar aturan, malah tidak diberi makan dan minum oleh petugas,” kata Usman.

Ia menambahkan, pelaku kejahatan yang diamankan di Lapas saja dijamin kebutuhan perutnya sehari-hari.

Baca Juga: Pemkab Soppeng: Warkop dan Rumah Makan Sudah Dapat Layani Pengunjung

“Kenapa pelaku usaha yang diamankan yang hanya membutuhkan pendekatan dan komunikasi yang baik kemudian diamankan tidak diberi?,” tanyanya.

“Bukannya anggaran dalam penanganan Covid-19 itu besar. Kalau tidak bisa beri makanan ketika diamankan, masifkan sosialisasi agar masyarakat kita lebih patuh,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pamong Praja kabupaten Soppeng, Andi Surahman membantah jika para milik warung kopi tidak diberikan makanan di posko Satuan Gugus Tugas Covid-19.

“Bukan diamankan meraka diswab dan bermalam. Mereka melanggar Prokes, dikasih makan semua itu, kami kurang tau jam berapa dikasih makan,” bantah Surahman.

Bagikan