Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah kondang Ustaz Das’ad Latif ikut angkat bicara terkait minyak goreng yang kini tengah langka di tengah masyarakat, viral di media sosial.
Video Ustaz Das’ad Latif bicara soal minyak goreng langka tersebut awalnya diunggah penceramah asal Sulawesi Selatan itu lewat kanal YouTube pribadinya, seperti dilihat pada Kamis 17 Maret 2022.
Dilihat dari video itu, tampak Das’ad Latif tengah ceramah di hadapan sejumlah jamaah peremuan. Ia pun menanyakan kepada jamaah apakah minyak goreng sekarang ini lagi sulit didapat.
“Bu, bu, lagi susah minyak? Iya?,” tanya Ustaz Das’ad Latif kepada jamaah perempuan.
Selain itu, Das’ad juga menyampaikan keheranannya kepada jamaah terkait kondisi masyarakat yang kini tengah antre minyak goreng.
- Plt Rektor UNM: Halalbihalal Perkuat Cinta dan Keberlangsungan Universitas
- Dasad Latif: Ustaz Yahya Waloni Satu dari Sedikit Orang yang Berdakwah Jalur Nahi Munkar
- Ustadz Usman Jasad Wafat, Dasad Latif: Sekujur Tubuhku Menggigil
- Curhat ke Ustadz Das'ad Latif, Hotman Paris: Tak Ada Orang Islam Tolong Saya Saat Bermasalah
- Halal Bihalal Politeknik Pariwisata Makassar Hadirkan Ustadz Kondang Das'ad Latif
Padahal, kata Das’ad Latif, Indonesia merupakan salah satu negara produsen sawit terbesar di dunia.
“Ngantri beli minyak, padahal negara kita produsen sawit,” tuturnya.
Ia pun lantas menjelaskan mengapa minyak goreng saat ini langka. Menurutnya, hal itu lantaran masyarakat memilih pemimpin yang mau membayar mereka saat momen pemilihan pemimpin.
“Kenapa? Karena kalian milih pemimpin yang mau bayar kalian!,” tegas Ustaz Das’ad.
Maka dari itu, Das’ad Latif meminta kepada masyarakat agar tidak menyalahkan pemimpin baik wali kota maupun bupati.
“Jangan salahkan pemimpin, jangan salahkan bupati, jangan salahkan wali kotamu,” ucap Das’ad.
Menurutnya, yang salah bukanlah pemimpin melainkan salah masyarakat sendiri yang sebagai orang Muslim suka minta-minta uang kepada calon pemimpin.
“Salahkan dirimu sebagai orang Islam yang suka minta-minta uang!,” ungkapnya, dan kemudian dijawab ‘benar’ oleh jamaah.
Hal itu, kata Das’ad Latif, bercermin dari sikap umat Muslim yang ketika momen Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada kerap minta bayaran kepada calon pemimpin agar mereka dipilih.
“Betul, betul, betul, tapi kalau Pilkada wani piro (berapa duit)?,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
