Terkini.id, Jakarta – Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte belum lama ini menyoroti Pihak Kepolisian perihal polemik Polisi tembak polisi beberapa hari lalu.
Sebagaimana diketahui bahwa polisi tembak polisi tersebut melibatkan dua anggota polisi Brigadir J dengan Bharada E atas dugaan pelecehan.
Lantas hal tersebut, Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte menilai kasus baku tembak di kediaman Irjen Ferdy Sambo sangat mudah disimpulkan.
Hal tersebut disampaikan Napoleon saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Menurut dia, kasus tersebut sangat layak diberikan kepada penyidik biasa.
- Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte: Banyak Polisi Brengsek, Tapi Tidak Semua
- Soal Citra Kepolisian Buruk Karena Ferdy Sambo, Napoleon Bonaparte: Tidak Semua Polisi Brengsek
- Akui Tindakannya Salah Pada M Kece, Irjen Napoleon: Saya Jenderal yang Berani Bertanggungjawab
- Soal Kasus Irjen Ferdy Sambo, Napoleon Bonaparte: Buktikan Sekarang Daripada Dicibir
- Napoleon Bonaparte Singgung Soal Senpi Polisi Tembak Polisi: Istri Pertama Tidak Boleh Dipakai Orang Lain
“Itu perkara yang mudah disimpulkan. Penyidik biasa saja bisa, enggak perlu TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta),” ujar Napoleon. Dikutip dari Wartaekonomi. Sabtu, 16 Juli 2022.
Napoleon meminta kasus penembakan tersebut dibuka kepada publik secara transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Dia menambahkan, pihak-pihak yang menyampaikan informasi tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
“Mari kami kembali jujur, katakan apa adanya. Kenapa? Karena tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dengan baik. Pasti akan terbuka,” terangnya.
Bahkan, dirinya juga mengingatkan pihak yang mencoba menutupi kasus tersebut.
Napoleon menuturkan, kebenaran akan terungkap segera.
“Kalau terbukti apa yang dikatakannya itu membabi-buta membela sesuatu yang ditutu-tutupi atau sebagainya, suatu saat akan kembali kepada Anda,” tandas dia.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim gabungan dalam mengusut kasus baku tembak tersebut.
Dalam kasus itu, Brigadir J tewas setelah baku tembak dengan Bharada E atas dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.
“Saya telah bentuk tim khusus yang dipimpin Pak Waka Polri,” ungkap Listyo Sigit.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
