Makassar Terkini
Masuk

Said Didu Soroti Tujuh Perwira Polda Metro Jaya Terseret Kasus Ferdy Sambo!

Terkini.id, Jakarta – Muhammad Said Didu seorang Mantan Sekretaris Kementerian BUMN turut menyoroti kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menyeret tujuh perwira di Polda Metro Jaya.

Sebagaimana diketahui bahwa ketujuh perwira tersebut dinyatakan melanggar kode etik, dan empat diantaranya tengah ditahan di tempat khusus.

Hal tersebut disampaikan Said Didu melalui sebuah cuitan di akun media sosial Twitter miliknya.

Lantas hal tersebut, Didu pun menyirat ketidakpercayaannya bahwa ketujuh anak buah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran terseret dalam kasus Ferdy Sambo

“12 anak buah terlibat – artinya ???,” cuitnya..

Selain itu, Sad Didu juga me-retweet postingan Lukman Simandjuntak yang menyertakan beberapa tangkapan layar pemberitaan di media massa, tentang pemberitaan anak buah Fadil Imran yang terseret dalam pusaran skandal Ferdy Sambo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran telah merespon soal anak buahnya yang saat ini terlibat kasus Ferdy Sambo. Dikutip dari Populis. Senin, 15 Agustus 2022.

Adapun arahan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan.

“Kalau beliau (Kapolda Metro Jaya) arahan khususnya siapapun anggota kita yang dibutuhkan keterangannya dalam membuat terang perkara ini maka kita harus mendukung, itu saja. Harus memberikan ruang waktu kesempatan kapanpun kita akan menghadiri tidak menghalang-halangi,” kata.

Lanjut “Kita kan nanti melihat bagaimana keputusan akhir Mabes bersalahnya gimana. Itu nanti yang menentukan apakah mereka dicopot dari jabatannya dari Polda Metro, itu kan kewenangan dari Bapak Kapolda ya. Tapi kita menunggu kan kita belum tahu nih, kita masih mengikuti perkembangan,” ucapnya.

Diketahui, video pertemuan Kapolda Metro Irjen Fadil Imran demgam Irjen Ferdy Sambo viral di media sosial.

Dimana dalam video itu Fadil Imran terlihat memeluk Irjen Ferdy Sambo yang sedang menangis. Tidak diketahui secara jelas waktu dan tempat pertemuan tersebut, namun yang jelas video itu beredar luar setelah kematian Brigadir J