Pengacara Sebut Maaher Masih Sakit Tapi Dimasukkan ke Sel: Pakai Popok dan Penyakit Kulit

Terkini.id, Jakarta – Mantan Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar menyebut kondisi Ustaz Maaher at-Thuwailibi sangat memprihatinkan sebelum meninggal dunia.

Aziz menyebut Ustadz Maheer at Thuwailibi meninggal dunia di rutan Mabes Polri dan tidak mendapatkan penanganan serius.

“Semoga husnul khotimah,” ujar Aziz Yanuar, memberi kabar soal meninggalnya Maheer.

Baca Juga: Kepolisian Sebut UU ITE akan Utamakan Mediasi, Tengku Zulkarnain Ungkit...

Aziz mengungkapkan, sebelum meninggal Maheer memang menderita sakit cukup parah, seperti sakit kulit hingga buang air menggunakan popok. 

“Namun setelah diantarkan ke RS, Maheer dikembalikan lagi ke sel Bareskrim Mabes Polri walau kondisinya belum sembuh. “Gak ditangani dengan baik,” kata Aziz lewat status whatsapp.

Baca Juga: Habis Maaher Terbitlah Waloni, Inilah Sederet ‘Dosa’ Sang Ustaz Pansos

Seperti diketahui, Ustadz Maaher At-Thuwailibi dikabatkan meninggal dunai di Rutan Mabes Polri Ibnu Maksum-Politik Aziz Yanuar pada Senin malam, 8 Februari 2021.

Aziz menyampaikan mendapatkan informasi meninggalnya Ustadz Maaher dari kuasa hukumnya Juju Purwantoro.

Aziz pun khawatir, kejadian terhadap Ustadz Maaher At-Thuwailibi menimpa para habaib, kiai, ustadz yang ditahan di Mabes Polri. 

Baca Juga: Donasi untuk Keluarga Ustaz Maaher Tembus Rp1,2 Miliar

“Kami khawatir habaib dan ulama kami,” jelas Aziz. 

Seperti diketahui, Ustadz Maaher ditangkap berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim pada 27 November 2020. Dia terancam 6 tahun penjara. 

 “Sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi 1 Miliar rupiah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2020). 

Dalam kasus ini, polisi juga mempertimbangkan pendapat ahli bahasa dan ahli ITE. Saksi lain pun sudah dimintai keterangan. 

“Inilah yang jadi pertimbangan kepolisian hasil koordinasi hasil verifikasi dengan ahli, baik itu ahli bahasa dan ahli ITE,” kata Awi. 

Awi juga menunjukkan barang bukti berupa tangkapan layar cuitan Ustadz Maaher yang diduga mengandung ujaran kebencian bernada SARA. 

Terlihat ada cuitan yang ditulis oleh pemilik akun twitter @ustadzmaaher_. Cuitan inipun disertai oleh foto kiai kharismatik NU, Habib Luthfi bin Yahya. Berikut isi cuitannya: ‘Iya tambah cantik pake Jilbab.. Kayak Kyai nya Banser ini ya..’

Bagikan