Masuk

Pengakuan Lukas Enembe: Dibuntuti Oknum BIN Usai Tolak Permintaan Jenderal Polisi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyebut pada tahun 2017 Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan meminta kliennya itu untuk menjadikan Paulus Waterpaw sebagai wakil gubernur.

Pernyataan itu disampaikan kuasa hukum Lukas Enembe tersebut saat hadir di program acara ROSI yang tayang di kanal YouTube Kompas TV.

Menurut Stefanus Roy, permintaan Jenderal Budi Gunawan itu adalah bentuk intervensi dari Kepala BIN tersebut terhadap situasi politik di Papua.

Baca Juga: Mendagri RI Lantik Tiga Pj Gubernur Daerah Otonom Baru Papua

“Politisasinya di mana, bagaimana bisa seorang Kepala BIN ikut mengintervensi situasi kehidupan politik di tanah Papua?” ujar Stefanus Roy.

Stefanus membeberkan, saat itu Budi Gunawan juga meminta tanda tangan Lukas Enembe untuk menerima Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua.

Selain menyinggung Budi Gunawan, Stefanus juga menyeret nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Lukas Enembe, Polisi Temukan ini di Rumahnya

Menurutnya, Mendagri Tito Karnavian bersama dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia datang secara khusus ke Papua pada 10 Desember 2021 untuk melobi Lukas Enembe agar menerima Paulus Waterpaw sebagai Wagub.

“Katanya pemerintah pusat meminta supaya pak gubernur menerima Paulus Waterpauw jadi Wakil Gubernur untuk menggantikan Klemen Tinal,” ungkap Stefanus.

Namun pada akhirnya, Paulus Waterpauw dinyatakan gagal jadi Wakil Gubernur Papua lantaran tak mendapatkan 9 rekomendasi dari partai koalisi.

Pada kesempatan lainnya, Stefanus Roy juga menyebut Lukas Enembe sedang berhadapan dengan sejumlah jenderal polisi usai menolak permintaan Kepala BIN Budi Gunawan dan Mendagri Tito Karnavian terkait pencalonan Paulus Waterpauw sebagai Wagub Papua itu.

Baca Juga: KPK dan IDI Akan ke Papua Periksa Lukas Enembe

Menurutnya, Lukas bisa bonyok jika berhadapan dengan sejumlah jenderal polisi tersebut yang total pangkat bintang mereka berjumlah 14 bintang.

“Lukas ini bonyok berhadapan dengan jenderal-jenderal polisi. Pak Lukas berhadapan dengan 14 bintang polisi. Dua bintang empat, dua bintang tiga, enam tambah delapan kan empat belas bintang, bonyok Gubernur Papua,” kata Stefanus, dikutip dari suara.com jaringan terkini.id, pada Senin 26 September 2022.

Dia pun menegaskan bahwa pernyataan itu merupakan hasil penelitian khusus. Bahkan, Stefanus menuding Budi Gunawan dan Tito Karnavian hendak mendongkel Lukas Enembe tanpa proses demokrasi.

“Jangan-jangan ini ada niat mau mengambil pemerintahan di Papua tanpa proses demokrasi. Saya ngomong dengan data, saya melakukan penelitian khusus. Silakan mereka membantah ini,” tegasnya.

Setelah menolak permintaan Kepala BIN Budi Gunawan dan Jenderal Polisi Tito Karnavian, Lukas Enembe pun menurut Stefanus kerap mengeluh bahwa dirinya dibuntuti oleh oknum-oknum dari BIN.

“Oleh oknum-oknum di BIN, diikuti terus tidak bebas, punya privasi terganggu,” kata Stefanus.