Terkini.id,Makassar – Mencermati situasi nasional terkait keributan yang terjadi di Surabaya dan Papua, Aktivis Literasi Sulsel yang merupakan Founder Rumah Koran dan Kampung Sayur Kanreapia Kabupaten Gowa angkat bicara. Dia adalah Jamaluddin.
Jamaluddin Daeng Abu mengatakan bahwa keributan ini telah melukai kita semua. Keributan ini adalah kemunduran berpikir dari banyak orang yang ikut mengipasi keadaan sehingga semakin memanas.
“Harusnya kita sibuk membangun bangsa dari berbagai sisi. Kita sejajarkan kemajuan Indonesia dengan bangsa lain, khususnya dalam merawat kesadaran berbangsa dengan mengarusutamakan gerakan literasi.
Salah satu tujuan penting gerakan literasi kata Jamaluddin adalah kedewasaan bangsa dalam merawat perdamaiannya yang majemuk.
“Itu hanya bisa dicapai dengan kecerdasan masyarakat atau masyarakat yang literat,” pungkasnya.
- Penguatan Literasi di Kalangan Siswa SD Melalui Pendampingan Membaca dan Menulis
- Ratih Kumala dan Aan Mansyur Jadi Pembicara Talkshow Hari Buku Dunia BI Sulsel: Well-Read, Well-Lived
- Pj Gubernur Sulsel Harap Literasi Digital Ciptakan Suasana Damai Selama Pemilu
- Buka Literasi Keamanan Siber Pemilu, Pj Gubernur Sulsel Harap Perkuat Proteksi Cegah Hoaks
- Undang Tokoh Literasi, RBP Resmi Buka Kegiatan Read Challenge
Keributan adalah kebiasaan primitif. Dia tak seharusnya terjadi di tengah tumbuhnya komunitas, termasuk komunitas literasi yang mendorong kemajuan bangsa di berbagai sisi.
“Untuk kedamaian Papua, dan ketentraman orang Papua dimana pun berada, semua pihak sebaiknya menjadi air yang menyejukkan. Jangan malah menjadi api yang turut memanskan situasi. Kita mendukung aparat negara untuk bertindak tegas atas peristiwa yang terjadi. Penggiat literasi harus menfambil bagian untuk kedamaian bangsa, termasuk Papua,” tutup Jamal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
