Terkini, Makassar – Di penghujung masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar banyak yang bertanya-tanya, ke mana langkah politikus yang dikenal penuh ide itu akan diarahkan.
Apakah ia akan tetap berada di panggung pemerintahan, ataukah memilih jalur lain?
“Kita kembali ke laptop,” ujar Danny sembari tersenyum, Jumat, 27 Desember 2024.
“Cari uang dulu. Karena sekarang kita masih makan gaji, dulu kan cari uang,” lanjutnya.
Ungkapan ini seperti mengisyaratkan babak baru dalam hidupnya—bukan lagi sebagai pejabat publik yang terikat aturan birokrasi, tetapi sebagai pribadi yang ingin lebih bebas mewujudkan ide-idenya.
- Arodian Molis Buka Showroom di Gowa, Tawarkan Motor Listrik Roda Tiga yang Hemat Biaya 4 Kali Lipat
- Ngaku Rumah Digeledah dan Anak Diancam Diseret Kasus PBG Gowa, Saksi Minta Perlindungan Kapolri dan DPR RI
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dukung Sidak Pemkot Makassar, Pastikan LPG 3 Kg Tersedia di Pangkalan Resmi
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
“Di Makassar, tidak ada kasih kerjaan saya,” ungkapnya.
Sebagai seorang yang selama ini dikenal inovatif, ia merasa kebebasan ini memberinya ruang untuk mengembangkan gagasan tanpa batasan birokrasi.
“Ini sudah ero-eroku (terserah saya) bikin ide. Tentu dengan cari uang,” tambahnya.
Sebagai konsultan, Danny tak menutup kemungkinan untuk berkontribusi pada pemerintahan baru, baik di Makassar maupun di tempat lain.
“Tentu siap, siapa pun yang membutuhkan. Beberapa pemerintahan di Indonesia sudah kontak untuk dibantu,” ujarnya dengan nada optimis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
