Perhelatan F8 Batal, Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar: Aneh dan Politis

F8
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Wahab Tahir

Terkini.id, Makassar – Polemik ihwal pembatalan perhelatan Makassar Internasional Eight Festival and Forum atau F8 terus menuai kritik dari pelbagai kalangan. Di antaranya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Wahab Tahir.

Wahab Tahir terang-terangan di depan publik bersuara lantang menolak pembatalan F8. Dia pun mengaku aneh dengan keputusan tersebut yang terkesan politis.

“Parasamya Purnakarya Nugraha diterima oleh Pemkot Makassar setelah Danny Pomanto tidak lagi menjabat. Sedangkan program F8 yang merupakan bagian dari penghargaan ini hendak dibatalkan,” ungkap Wahab Tahir kepada wartawan, Jumat, 19 Juli 2019.

Sebelumnya, Mendagri, Tjahjo Kumolo telah mengumumkan Keputusan Presiden Nomor 26/TK/2019 bahwa Makassar meraih Parasamya Purnakarya Nugraha pada peringatan Hari Otonomi Daerah di Banyuwangi pada 25 April 2019.

Ia pun menyesalkan keputusan tersebut lantaran pemerintah kota tak pernah membahas hal tersebut ke DPRD.

Wahab menilai mengumumkan pembatalan program pemerintah sebelum membahas dengan DPRD merupakan langkah yang keliru dan tak etis.

“Angka anggaran tidak bisa dicoret begitu saja tanpa ada pembahasan dan persetujuan bersama DPRD Makassar. Tidak bisa seperti itu. Ini belum ada masuk penjelasan resmi dari Pemkot Makassar,” kata dia.

Wahab akan ambil tindakan tegas

Wahab juga mengatakan tak akan segan mengambil sikap politis jika F8 betul tidak dilaksanakan Pemkot Makassar pada tahun ini.

“Saya akan ambil tindak tegas. Untuk sementara kami menunggu pernyataan resmi serta alasan dari Pemkot Makassar. Yang pasti saya akan tegas mengambil sikap politis saya,” pungkasnya.

Politisi Partai Golkar ini mengimbau agar F8 jangan disikapi secara politis, meski melihat dari aspek penyelenggaraan program Pemkot Makassar di tahun anggaran berjalan.

“Ini program pemerintah kota, jangan disikapi secara politis hanya karena pencetusnya adalah Wali Kota sebelumnya, program pemerintah itu berkelanjutan dan berkesinambungan,” kata dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini