Peringatkan Israel Jangan Sentuh Masjid Al Aqsa, Ismail Haniyeh: Itu Kiblat Kami

Terkini.id, Jakarta – Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh memperingatkan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak menyentuh apalagi menyerang simbol umat Islam Masjid Al Aqsa.

Ismail Haniyeh menegaskan, Masjid Al Aqsa merupakan garis merah yang sebenarnya tidak boleh dilanggar.

Menurutnya, apabila pihak Israel berani menyentuh bangunan suci bersejarah milik Palestina itu artinya negera zionis tersebut sedang bermain-main dengan api.

Baca Juga: Pernah Tolak Tawaran Jadi Presiden Israel, Albert Einstein Tulis Surat...

Apalagi, kata Haniyeh, bagi umat Islam di Palestina Masjid Al Aqsa merupakan tempat mereka beribadah, identitas, sekaligus simbol dari perjuangan rakyat Palestina.

“Kami telah berulang kali memperingatkan musuh untuk tidak menyentuh Masjid Al Aqsa, yang merupakan kiblat kami, identitas kami, keyakinan kami, dan pemicu revolusi kami,” ujar Ismail Haniyeh, Sabtu 15 Mei 2021 seperti dikutip dari laman Anadolu Agency.

Baca Juga: Viral, Pelakor Indonesia Siap Serang Israel: Kami Hancurkan Rumah Tangga...

Ismail Haniyeh juga menekankan bahwa Yerusalem dan Masjid Al Aqsa merupakan dasar perjuangan Palestina melawan zionisme.

“Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa menjadi dasar perjuangan melawan Zionisme,” ungkapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Militer Hamas Abu Ubaidah menantang pasukan negara Zionis Israel untuk menyerang Palestina dari segala penjuru mulai darat, laut hingga udara.

Baca Juga: Viral! Delegasi Arab: Umat Manusia Harus Terima Kasih ke Israel

Menurutnya, pihak Hamas Palestina sudah sangat siap menghadapi invasi pasukan Israel baik di darat, laut maupun udara.

“Seranglah kami sesuka hatimu, dari laut, darat dan udara. Kami sudah siap untuk jenis kematian Anda yang akan membuat Anda mengutuk diri sendiri,” ujar Abu Ubaidah, Sabtu 15 Mei 2021 seperti dikutip dari laman France24.

Hal senada juga disampaikan juru bicara Hamas Palestina lainnya, Fawzi Barhum. Ia mengatakan bahwa pihaknya siap untuk skenario apa pun dalam menanggapi kemungkinan operasi darat oleh Israel.

“Mengenai invasi darat (di Jalur Gaza), penjajah (Israel) melakukan terlalu banyak hal bodoh yang dapat mendorong mereka untuk membuat keputusan bodoh kapan pun. Kami siap untuk skenario apa pun,” ujarnya.

Bagikan