Ia mencontohkan Bali, yang pergerakan utamanya didorong oleh sektor pariwisata. Dengan demikian, desain sistem transportasi harus mempertimbangkan pola perjalanan wisatawan agar tidak menambah beban lalu lintas.
Dalam konteks Makassar, kawasan-kawasan seperti Losari dan Somba Opu bisa menjadi titik awal intervensi transportasi. Ia menyebut konsep serupa telah diterapkan di Malioboro,
Yogyakarta, di mana jalan utama ditutup untuk kendaraan pribadi dan digantikan dengan area pedestrian serta parkir terpadu.
Dampaknya, mobilitas meningkat dan aktivitas ekonomi lokal ikut terdorong.
“Orang yang tadinya hanya melewati jalan dengan mobil, kini bisa turun, berjalan kaki, dan berbelanja, sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha setempat,” tambahnya.
- Disdikbud Jeneponto Turun ke SDN 14 Tamalatea, Pastikan Kronologi Dugaan Pemukulan Siswa yang Berujung Pengeroyokan Guru
- Diduga Dianiaya, Oknum Guru di Jeneponto Melapor ke Polisi, 3 Perempuan Terancam Pidana
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sejumlah Wilayah Sulselbar
- Telkomsel Makassar Half Marathon 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
Namun, untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dalam aspek kebijakan dan infrastruktur. Pemerintah perlu menyiapkan skema transportasi yang lebih komprehensif, termasuk penyediaan angkutan umum berukuran kecil seperti feeder atau shuttle yang bisa menghubungkan area-area strategis.
“Dengan adanya feeder, masyarakat bisa terbiasa menggunakan transportasi umum dan berjalan kaki, yang pada akhirnya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” jelas Heikal.
Makassar juga dipilih sebagai salah satu kota yang mendapatkan pendampingan dalam pengembangan transportasi berkelanjutan karena memiliki karakteristik ekonomi yang beragam dan potensi besar sebagai pusat urbanisasi di Indonesia Timur.
Makassar bisa menjadi contoh bahwa kepemimpinan kota tidak selalu terpusat di Jawa.
“Kota ini punya kapasitas untuk membangun sistem transportasi yang lebih modern dan efisien,” ujar Heikal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
