Terkini.id – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi dibuka oleh Sekretariat Jenderal DPP Demokrat Riefky Harsya, di Hotel Four Points of by Sheraton Makassar, Rabu 22 Desember 2021.
Pada Musda tahun ini, dipastikan dua kandidat berebut kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel 2021-2026. Kedua kandidat tersebut yaitu, Ni’matullah Erbe (Ulla) sebagai ketua saat ini dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang merupakan mantan Wali Kota Makassar.
Saat di arena Musda, kedua kandidat Ulla dan IAS memperlihatkan keakrabannya, bahkan kedua kandidat tersebut sempat melakukan salam komando.
Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam testimoni sambutannya melalui video yang diputar pada acara Musda. AHY mengungkapkan bahwa ia telah mendapat laporan dua kandidat bersaing, Ni’matullah dan Ilham Arief Sirajuddin.
AHYmempersilakan DPC menggunakan hak suaranya memilih calon ketua dalam gelaran Musda Demokrat Sulsel. Namun AHY menekankan ada mekanisme pemilihan ketua dalam AD/ART hasil Kongres 2020 lalu.
- Gagal Nahkodai Demokrat Sulsel, IAS Gelar Rapat Bersama 16 DPC Pendukungnya
- AHY Belum Putuskan Siapa Ketua Demokrat Sulsel
- Jika Tidak Terpilih Jadi Ketua Demokrat Sulsel, Begini Sikap Ulla dan IAS
- Agus Harimurti Yudhoyono Penentuan Ketua Demokrat Sulsel, Ulla Atau IAS?
- Sulsel Barometer Nasional, AHY Minta Demokrat Sulsel Tetap Kompak
“Banyak pertimbangan, mekanisme lain, kita harap ada energi positif hadir terutama ketua-ketua DPC,” katanya.
AHY berharap gelaran musda tidak menimbulkan perpecahan antar kader ke depan. Apalagi AHY punya asa membawa Demokrat bersaing jadi pemenang pemilu legislatif 2024.
“Kita harap setelah Musda, kader berlari kencang, melompat jauh ke depan sebaik-baiknya. Satukan kekuatan dan energik. Janganlah terpecah belah oleh perbedaan,” katanya.
AHY berharap momentum musda ini terjadi konsolidasi secara efektif. Bahkan ia menyebut Sulsel sebagai bagian pemenangan untuk Demokrat di pemilu dan pilpres 2024 ke depan.
“Kita harap Sulsel motor kemajuan dan motor kejayaan Partai Demokrat. Musda bukan formalitas tapi momentum satukan kita, bukan memecah belah. Dinamika itu wajar tetapi di atas segalanya mari ke depankan solidaritas, dengan itu kita bisa menang pemilu 2024,” katanya.
“Sudah penghujung 2021, tahun depan penting dan menentukan, siapkan mesin partai, kader militan, jalankan hati dan pikiran masyarakat Sulsel. Kita bersyukur elektabilitas, kita harap angka terwujud pada saatnya. Kita terus berjuang. Pada akhirnya itu menentukan apakah benar angka bisa diwujudkan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
