Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah diisukan bahwa dirinya merupakan tokoh yang mengancam atau adanya tindak radikalisme.
Isu ini pertama kali dibawah oleh GAR Alumni ITB atau Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB.
GAR Alumni ITB melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) sebagai tokoh radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI.
Mendengar hal ini, banyak dari tokoh-tokoh penting hingga masyarakat tak setuju dengan adanya isu ini.
Oleh karena itu, 13 Februari 2021, David Alka membuat sebuah petisi melalui platform change.org, kini petisi ini sudah ditandangani oleh 13.600) orang (per 15 Februari 2021 9:50 WIB)
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
Melalui petisi ini, banyak yang menolak bahwa Din Syamsuddin adalah bagian dari radikal.
Sebagian dari orang menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, tidak ada bukti dan lainnya.
Dikutip dari deskripsi petisi yang dibuat oleh alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Adalah absurd, tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal.
Kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang melaporkan Din kepada Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) sebagai radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI jelas mengada-ada.
Menurut Prof. Azyumardi Azra, Prof Din adalah salah satu gurubesar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
