Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah diisukan bahwa dirinya merupakan tokoh yang mengancam atau adanya tindak radikalisme.
Isu ini pertama kali dibawah oleh GAR Alumni ITB atau Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB.
GAR Alumni ITB melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) sebagai tokoh radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI.
Mendengar hal ini, banyak dari tokoh-tokoh penting hingga masyarakat tak setuju dengan adanya isu ini.
Oleh karena itu, 13 Februari 2021, David Alka membuat sebuah petisi melalui platform change.org, kini petisi ini sudah ditandangani oleh 13.600) orang (per 15 Februari 2021 9:50 WIB)
- Claro Makassar Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Anggiat Sinaga Tekankan Toleransi dan Peduli Lingkungan
- Merah Putih Berkibar Khidmat di Lapangan Parang Passamaturukang, Jeneponto Kukuhkan Semangat HUT ke-81 RI
- Semarak Adat Nusantara Warnai Peringatan HUT Ke-81 RI di Lapangan Rachmat Witoelar Makassar
- HUT ke-81 RI, Yonggris Lao Serukan Cinta Tanah Air di Tengah Keberagaman
- Rektor UMI: Merdekakan Kampus dari Cara Lama, Senjata Kita Hari Ini adalah Ilmu dan Teknologi
Melalui petisi ini, banyak yang menolak bahwa Din Syamsuddin adalah bagian dari radikal.
Sebagian dari orang menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, tidak ada bukti dan lainnya.
Dikutip dari deskripsi petisi yang dibuat oleh alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Adalah absurd, tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal.
Kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang melaporkan Din kepada Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) sebagai radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI jelas mengada-ada.
Menurut Prof. Azyumardi Azra, Prof Din adalah salah satu gurubesar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
