Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memperkenalkan kartu Aman Covid-19 usai melakukan vaksinasi tahap kedua.
Rudy mengatakan kartu tersebut merupakan inovasi dari Pemerintah Kota Makassar yang diberikan kepada mereka yang sudah melakukan vaksin tahap kedua.
“Kita mengeluarkan kartu yang disebut kartu Aman Covid-19. Di sini tertera ada nama, dan ada kode vaksin kita. Jadi ada nomor spesifik, yang tidak mungkin ada samanya. Kemudian ada barcode lagi,” kata Rudy, Kamis, 28 Januari 2021.
Kendati pemerintah pusat telah mengeluarkan sertifikat aman Covid-19, Rudy mengatakan untuk memudahkan masyarakat, pihaknya mengeluarkan dalam bentuk kartu.
“Kalau dari pemerintah pusat memberikan kita sertifikat secara elektrik, tapi itu bisa saja sulit kita kasih liat, jadi kami kasih kartu,” katanya.
- Laskar Rasulullah Tolak Eksekusi Lahan, Nilai PN Sungguminasa Terburu-buru dan Cacat Prosedur
- Manajemen JS Mineral Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Dugaan Partikel Hitam pada Produk Air Mineral
- Tak Perlu Jauh-jauh, Bareskrim Polri Serahkan Laporan Bupati Gowa ke Polda Sulsel
- Kallafriends Reopening Booth di MaRi, Ramaikan Pesta Bola Dunia 2026
- Asmo Sulsel Hadirkan Promo Kicau Honda, DP Mulai Rp700 Ribu dan Hemat hingga Rp8 Juta
Namun, ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah pusat, terkait apakah sertifikat vaksin bisa digunakan sebagai pengganti Suket, saat hendak bepergian.
“Kita tunggu kebijakan nasional dari pemerintah, atau kementerian. Apakah kalau sudah divaksin sudah bisa tanpa suket. Kalau ada kebijakan itu, tinggal kasih lihat saja kartu ini. Tidak perlu lagi pusing-pusing,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Agus Djaja Said berharap, agar kedepannya bukti vaksin sudah bisa digunakan untuk melakukan perjalanan.
“Ada nanti kartu aman Covid-19 yang tadi diperlihatkan Pak Wali. Tapi itu harus ada sertifikatnya dari Kemenkes. Karena di situ ada ID vaksinnya. Kemudian ada E-Barcodenya,” jelasnya
“Mudah-mudahan ke depan E- barcode ini bisa digunakan untuk perjalanan. Tapi kita masih menunggu petunjuk dari Kemenkes, karena katanya ini belum terhubung dengan e-HAC. Mudah2an bisa terhubung, supaya bisa digunakan untuk perjalanan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
