Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera soal penyebab terorisme.
Sebelumnya, Mardani menyebutkan beberapa penyebab terorisme seperti pola pikir, ekonomi, hingga rasa ketidakadilan.
“Terorisme adalah musuh kita semua. Terorisme biasanya tidak tunggal penyebabnya, bisa karena pikiran, bisa karena ekonomi, bisa rasa ketidakadilan, dan sering kali gabungan dari keseluruhannya,” kata Mardani dalam video yang diunggah 20Detik.com pada Selasa, 30 Maret 2021.
Ferdinand pun lalu mengkritik bahwa pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta, melainkan hanya ditujukan untuk menyerang pemerintah.
“Ini juga pernyataan yang asal mangap, bicara tak berdasar fakta, dan yang penting ada celah menyalahkan pemerintah,” cuit @FerdinandHaean3 pada Rabu, 31 Maret 2021.
- Soal Larangan Ekspor CPO, Mardani : Kebijakan Ini Juga Belum Menyelesaikan Masalah
- Pede Maksimal? Mardani PKS: Anies Mau Dipasangkan dengan Siapa pun Tetap Menang, Karakternya Cool!
- Soal Usulan Masa Jabatan Kepala Daerah Diperpanjang, Mardani: Itu Ide yang Menarik
- Heboh tentang Joe Biden, Tanggapan Mardani: Bahaya Jika Saran Negara Lain Langsung Diikuti
- Tanggapi Mardani, Ferdinand: Publik Kadrun Memang Tak Bisa Diedukasi!
Ferdinand pun menantang Mardani menyebutkan satu kasus aksi terorisme yang didasari motif ekonomi.
Ia tidak sepakat sebab menurutnya, penyebab terorisme adalah sesat pikir dalam memahami kebenaran.
“Coba tunjukkan satu saja tindak terorisme yang didasari motif ekonomi,” kata Ferdinand.
“Terorisme itu jelas latar belakangnya adalah kesesatan memahami kebenaran,” lanjutnya.
Ferdinand membagikan cuitan tersebut dengan sebuah tautan video berjudul “PKS: Pintu Masuk Terorisme Bukan Wahabi-Salafi, Tapi Ekonomi.”
Sebagai catatan, Mardani dalam video tersebut memang memberi masukan, terutama kepada Majelis Ulama Indonesia untuk berhati-hati jika mengaitkan terorisme dengan agama.
Mardani mengatakan hal tersebut menanggapi pernyataan bahwa penyebab terorisme adalah salafi dan wahabi.
Menurut Mardani, terorisme itu tidak terkait dengan Islam sebab dapat terjadi di semua agama dan elemen.
“Terkait dengan pernyataan ‘pikiran salafi dan wahabi sebagai penyebab terorisme,’ monggo para ulama di Majelis Ulama Indonesia membuatkan kajian dan penilaian. Kalau itu sebabnya, monggo diputuskan. Karena apapun, lagi-lagi terorisme adalah musuh kita bersama,” kata Mardani.
“Tapi nyuwun sehu, hati-hati ketika melihat terorisme dikaitkan dengan agama. Karena tidak ada kaitan terorisme dengan Islam dan tidak ada kaitan terorisme dengan agama. Karena semua bisa ada terorisme di semua agama, di semua pikiran, di semua elemen,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
