PMI Makassar Jelaskan Alasan Darah Dibeli Meski Donornya Gratis

PMI Makassar Jelaskan Alasan Darah Dibeli Meski Donornya Gratis

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar Syamsu Rizal mengatakan sering mendapat kecaman lantaran saat ada yang melakukan donor darah tidak mendapat biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) alias gratis.

Di sisi lain, saat ada orang yang membutuhkan darah hal itu menjadi berbayar.

Deng Ical, sapaannya, menjelaskan transfusi darah di PMI mengikuti standar badan organisasi dunia atau WHO. Mulai dari uji saring, screening, dan cross match.

“Pemeriksaan sudah pakai screening awal, cek tekanan, dan lain-lain, kalau standar umum biayanya 450 ribu. Belum lagi kita menggunakan kantong terbaik yang menyesuaikan dengan tekanan darah, harganya berkisar 95 ribu,” ucapnya.

Pihaknya juga memastikan mereka yang melakukan darah terbebas dari HIV, hepatitis, sipilis, dan Covid-19.

Baca Juga

“Total biaya pemeriksaan itu 541 ribu. Kalau untuk pendonor PMI tidak sanggup membiayai,” tuturnya.

Saat ini, Ical mengatakan PMI Kota Makassar hampir tak pernah lagi kekurangan stok darah. Ia mengatakan ada pendonor baru dari masjid dan gereja.

“Biasa kami kewalahan kalau waktu libur tidak ada mahasiswa yang biasa donor darah, tapi sekarang kami hampir tak pernah kekurangan stok lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, Ical menyebut organisasi yang dinaunginya menganut prinsip kerelawanan. Sebab itu, cenderung tertutup pada publikasi media.

“Menganut sistem anonim. Kami memberikan bantuan bukan untuk mendapatkan tepuk tangan, PMI bekerja di belakang layar,” kata Ical.

Hanya saja, seiring dengan perjalanan waktu, PMI ingin membuka diri untuk semakin dikenal khalayak umum. Tujuannya, kata Ical, agar masyarakat memiliki pengetahuan untuk mengakses PMI.

“Semua boleh mengakses dengan mengutamakan skala prioritas,” ungkapnya.

Menurutnya, ada 3 tugas utama PMI, mulai dari penanggulangan bencana, transfusi darah, dan desimenasi nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara, Wakil Ketua bidang Organisasi PMI Kota Makassar Nursalam mengatakan ada 7 prinsip dasar PMI dan seluruh organisasi kemanusiaan.

“Mulai dari kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan,” ucapnya.

Saat menjalankan tugas, Nursalam mengatakan tak jarang relawan PMI mengalami luka hingga meninggal. Ia menceritakan salah satu relawan PMI meninggal pascabencana tsunami di Aceh. 

Saat itu relawan melihat ada satu daerah yang belum tersentuh bantuan di daerah pulau. Mereka kemudian hendak membawakan makanan, namun dalam perjalanan perahu yang ditumpangi terbalik.

“Inilah suka dukanya bekerja dalam dunia kemanusiaan. Segala risiko harus kami tanggung,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.