Politisi Demokrat: Catat! Lembaga Eijkman ‘Bubar’ di Era Jokowi

Politisi Demokrat: Catat! Lembaga Eijkman ‘Bubar’ di Era Jokowi

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaLembaga Biologi Molekuler Eijkman resmi terintegrasi ke BRIN pada September 2021.

Lembaga itu juga telah berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Hal itu membuat berang politisi Partai Demokrat Yan Harahap.

“Catat! Lembaga Eijkman ‘bubar’ di era @jokowi,” ujar Yan melalui akun Twitter @YanHarahap.

Pegiat media sosial Muhammad Said Didu langsung menyoroti kepemimpinan di era saat ini.

Baca Juga

“Jika pemimpin sudah mengabaikan riset, maka jangan percaya bhw pemimpin itu memikirkan kemajuan dan kemandirian bangsanya ke depan,” ujar mantan Sekretaris BUMN ini melalui akun @msaid_didu.

“Dan jangan percaya bhw pemimpin tersebut memikirikan kemajuan generasi akan datang,” ujarnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman Wien Kusharyoto membeberkan nasib dari ratusan tenaga honorer dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) yang dinonaktifkan usai Eijkman resmi melebur dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BRIN sebelumnya menyebut LBM Eijkman banyak merekrut tenaga honorer yang kemudian tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dilansir dari Galamedia. Senin, 3 Januari 2022.

Selain itu, posisi LBM Eijkman selama ini bukanlah lembaga resmi pemerintah, melainkan berstatus unit proyek di Kemenristek.

Diungkapkan, ada 113 tenaga honorer dan PPNPN, dan 71 di antaranya merupakan staf peneliti.

Terkait hal itu, BRIN telah memberikan lima opsi yang telah disampaikan dalam forum resmi yang dihadiri para peneliti di LBM Eijkman.

Opsi pertama yakni PNS Periset dilanjutkan menjadi PNS BRIN sekaligus diangkat sebagai Peneliti.

Opsi kedua, honorer periset usia di atas 40 tahun dan S3, dapat mengikuti penerimaan ASN jalur PPPK 2021.

Selanjutnya, opsi ketiga, honorer periset usia kurang dari 40 tahun dan S3 dapat mengikuti penerimaan ASN jalur PNS 2021.

Mereka yang yang sudah bergelar S3 dialihkan untuk menjadi ASN atau PPPK. Kini tiga orang yang diterima.

Opsi keempat, honorer periset non S3 dapat melanjutkan studi dengan skema by-research dan research assistantship (RA).

Bagi yang tidak tertarik untuk melanjutkan studi, maka sebagian tim periset dapat melanjutkan aktivitas sebagai operator laboratorium di Cibinong, Jawa Barat.

“Yang masih bergelar S1 atau S2 dapat mendaftarkan ke universitas sebagai mahasiswa S2 atau S3 berbasis riset, sehingga sebagai mahasiswa aktif mereka dapat direkrut sebagai asisten riset, dengan riset dan biaya kuliah ditanggung BRIN. Sebagian lagi akan melanjutkan studi ke luar negeri,” jelas Wien.

“Beberapa sudah diterima sebagai mahasiswa by research dan proses perekrutan sebagai asisten riset sedang berlangsung. Pendaftaran sebagai mahasiswa berbasis riset mengikuti mekanisme yang berlaku di universitas tujuannya, sehingga keseluruhan prosesnya tetap berlangsung pada tahun 2022,” imbuhnya.

Opsi kelima yakni honorer non-periset diambil alih RSCM sekaligus mengikuti rencana pengalihan gedung LBM Eijkman ke RSCM sesuai permintaan Kementerian Kesehatan yang memang memiliki aset tersebut sejak awal.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.