Politisi Demokrat: Dalam Pergaulan, Ga Pernah Tuh Denger Temen-Temen Muslim Kafir-kafirkan Temen-Temen yang Non-Muslim

Politisi Demokrat: Dalam Pergaulan, Ga Pernah Tuh Denger Temen-Temen Muslim Kafir-kafirkan Temen-Temen yang Non-Muslim

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPolitisi Demokrat, Taufik Rendusara mengaku bahwa dalam pergalaulan, ia tak pernah mendengar orang-orang muslim mengkafir-kafirkan orang-orang non-muslim.

Oleh sebab itu, Taufik Rendusara menilai bahwa isu ini sengaja diangkat oleh polisi islamophobia dan gerombolannya untuk mendapatkan suara masyarakat non-muslim dalam Pemilu.

“Dalam pergaulan, ga pernah tuh denger temen-temen muslim mengkafir-kafirkan temen-temen yang non muslim,” kata Taufik Rendusara, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 21 Mei 2022.

“Issue itu sengaja dihembuskan politisi islamophobia & gerombolannya untuk meraup suara non muslim di pemilu. Shame shame shame on them!” sambungnya

Taufik Rendusara mengatakan hal tersebut sebagai balasan terhadap cuitan mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu.

Baca Juga

Dalam cuitannya, Said Didu menyoroti soal rekasi publik terhadap Ustaz Abdul Somad alias UAS yang ditolak masuk Singapura.

Dari reaksi publik dan beberapa tokoh Islam, Said Didu menduga kuat bahwa “pengendali” Islamophobia di Indonesia berpusat di Singapura.

“Melihat reaksi publik terhadap kasus UAS yang tidak diizinkan masuk Singapura dengan polarisasi yang makin jelas, bahkan dikomentari oleh tokoh-tokoh Islam Indonesia di berbagai negara, patut diduga bahwa “pengendali” islamophobia di Indonesia sepertinya berpusat di Singapura,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.