Sindir Gibran, Politisi Demokrat: Kasihan Rakyat Solo, Punya Pemimpin yang Tak Punya Solusi

Terkini.id, JakartaPolitisi Demokrat, Yan Harahap menyindir Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang meminta solusi mencegah perdagangan anjing.

Ia mengasihani rakyat Solo yang memiliki pemimpin tidak memiliki solusi terhadap persoalan.

“Kasihan rakyat Solo. Punya pemimpin yang tak punya solusi,” kata Yan Harahap melalui akun Twitter pribadinya, sebagaimana dilihat pada Selasa, 26 April 2022.

Baca Juga: Zulhas Minta Maklumi Naiknya Harga Telur, Politisi Demokrat: Lama-Lama Bikin...

“Mereka pun harus memikirkan solusi sendiri,” sambungnya.

Dilansir dari Kompas TV, sebelumnya Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) melakukan aksi protes terkait penyetopan konsumsi daging anjing di depan Balai Kota Solo, Senin, 25 April 2022.

Baca Juga: Gibran Diusung Jadi Cagub DKI, Netizen: Lahh Lawak

DMFI mendesak Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untul menutup perdagangan daging anjing di kota tersebut.

Massa aksi melakukan protes diam di halaman Balai Kota Solo dengan membentangkan poster bertuliskan “Stop Konsumsi Daging Anjing, Anjing Bukan Makanan!”.

Koordinator DMFI, Mustika mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan surat kepada Gibran terkait kebijakan tersebut tapi tak ada kelanjutan.

Baca Juga: Gibran Diusung Jadi Cagub DKI, Netizen: Lahh Lawak

“Beberapa bulan yang lalu bahwa menyatakan akan mengkaji, tapi sampai hari ini pengkajian tidak ada kelanjutan,” tutur Mustika, dikutip dari Tribun Solo, Senin.

DMFI menuntut agar Gibran untuk memikirkan kesehatan masyarakat Kota Solo terkait perdagangan daging anjing yang marak.

“Karena perdagangan ini tidak hanya berdampak pedagang saja, tapi juga masyarakat umum,” ungkapnya.

Menanggapi aksi tersebut, Gibran mengaku belum menerima surat dari DMFI terkait kajian perdagangan daging anjing di Kota Solo.

“Saya belum menerima (surat) ya. Nanti coba kita tindak lanjuti kalau sudah masuk bagian perekonomian,” katanya.

Pihak DMFI sendiri mengaku pihaknya telah mengirimkan surat ke Wali Kota Solo sebanyak tiga kali.

“Saya belum pernah menerima, kan sudah masuk bagian umum (surat), nanti kita tindak lanjuti,” kata Gibran.

Gibran mengungkapkan bahwa masalah penyetopan perdagangan anjng tersebut belum ada solusinya.

Ia pun mempertanyakan solusi apa yang diusulkan kepada DMFI untuk mencegah perdagangan tersebut.

“Solusinya apa kalau tidak boleh jualan guguk (anjing)? Setop, setop, tapi kalau tidak memberikan solusi, sing pusing (yang pusing) aku,” kata Gibran.

Bagikan