Ia menyebut bahwa pondok pesantren puteri ummul mukminin salah satu pondok yang terbesar di sulawesi selatan, dan banyak membantu pemerintah dalam hal program pembinaan keagamaan. sehingga menurutnya sinergitas ini terus dijaga.
Dr. Ali Yafid berpesan pula kepada seluruh pembina ummul mukminin dalam pelaksanaan proses pembinaan untuk menjauhi perundangan (bulying) sebab hal ini biasa terjadi di pondok pesantren apalagi sesama santriwati.
“Tolong untuk tidak terjadi bullying di pondok, karena ini sangat berbahaya,” harapnya.
Dengan demikian, Ia berharap para santriwati yang baru saja ditamatkan senantiasa menjaga akhlakul karimah saat diluar.
Dalam penamatan ini diawali dengan pengajian oleh Kyai Pondok KH. Jalaluddin Sanusi yang menjelaskan terkait proses penciptaan manusia dan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal.
- KAMPAS Diminta Perluas Gerakan, Kajian Zona 1 Dipandu Ketua Pemuda Muhammadiyah Bulukumba
- Kebakaran Mal Nipah Park Makassar Berhasil Dipadamkan, Operasional Tetap Berjalan Normal
- Paradoks Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik: Membaca Arah Kekayaan di Era Turbulensi
- Semarak 17 Agustus, Warga BTN Makkio Baji Ubah Perayaan Kemerdekaan Jadi Gerakan Peduli Lingkunganmk
- Astra Motor Sulsel dan FIFGroup Salurkan Bantuan untuk Petani Terdampak Kekeringan di Sidrap
Ada pula prosesi pengukuhan hafidzah dan penyerahan penghargaan santriwati prestasi.
Turut hadir dalam penamatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel, Rektor IPI Aisyiyah Sulsel, Kasubag TU Kementerian Agama Sulsel, Kementerian Agama Makassar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah/Aisyiyah kota Makassar, Para sesepuh Aisyiyah Sulsel, Sesepuh Pondok, Para Alumni Ummul Mukminin, Orangtua santri, Pimpinan, Guru Ummul Mukminin serta hadirin para tamu undangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
