Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menanggapi soal Presiden Rusia, Vladimir Putin yang menyebut bahwa penghinaan terhadap Nabi Muhammad atau Rasulullah adalah pelanggaran kebebasan beragama.
Novel Bamukmin memuji Vladimir Putin dan menyentil rezim Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dilansir dari RMOL, ia meminta rezim Jokowi untuk berkaca atas sikap dan pernyataan Putin terhadap pelaku penistaan agama dan menghina Nabi Muhammad SAW.
“Apa yang disampaikan Putin benar-benar sangat waras dan sehat lahir batin yang secara tidak langsung Putin menjalankan salah satu ajaran Islam yaitu haram menghina agama apapun, bahkan Rasulullah melindungi kafir zimi yaitu kafir yang sangat menghormati Islam,” ujarnya pada Minggu, 26 Desember 2021.
Dengan begitu, Novel Bamukmin menilai bahwa Indonesia harus berkaca. Terlebih rezim ini yang presidennya beragama Islam dan Wakil Presidennya bergelar kiai.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
“Dan sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa juga termaktub dalam UUD 45 Pasal 29 dan juga terdapat dalam Pembukaan UUD 45 juga Pasal 156a KUHP juga UU PNPS 1/1965 yang jelas harga mati tidak ada tempat bagi penistaan agama apapun,” ujarnya.
Novel Bamukmin berpandangan bahwa di bahwa rezim Jokowi ini, yang terjadi justru Pancasila mau diganti oleh PDIP dengan Eka Sila yang sudah membuang unsur Ketuhanan.
Mengingat PDIP adalah partai Jokowi, Novel Bamukmin pun menduga rezim Jokowi seperti memberikan tempat bagi mereka para penista agama dan komunisme gaya baru.
“Puncaknya RUU HIP sampai mau disahkan dan peranan BPIP juga menyerang agama serta juga rezim ini mengkriminalisasikan dan menteroriskan ulama dan aktivis Islam serta membantai 6 laskar dan membubarkan FPI,” katanya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada pekan lalu, Putin menyoroti perkembangan Islamofobia di dunia.
Presiden Rusia itu kemudian menegaskan bahwa menghina Nabi Muhammad bukan bentuk kebebasan berekspresi.
“(Penghinaan terhadap Nabi Muhammad) adalah pelanggaran kebebasan beragama dan menyakiti perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam,” ujar Vladimir Putin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
