Prof Din Syafruddin Kagum dengan Penanganan Covid-19 di Soppeng

Prof Din Syafruddin Kagum dengan Penanganan Covid-19 di Soppeng

FH
HZ
Farel Haeril
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkini.id, Soppeng – Tim Central of Disease Control (CDC) bersama Lembaga  Biomolekuler Eijkman Jakarta dan Universitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Soppeng.

Dalam Kunjungan tersebut rombongan Tim CDC yang di pimpin oleh Lembaga Eijkman, Prof Din Syafruddin  melihat beberapa fasilitas yang ada di Labkesda dan juga Rumah Sakit Latemmamala. 

Prof Din Syafruddin mengatakan bahwa tujuan dari kunjungannya untuk melihat aktivitas penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng.

Selain itu, pihaknya juga terkesan dengan  prosedur penanganan Covid yang di Kabupaten Soppeng.

“Fasilitas kelas 1 untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng ini membuat kami terkesan. Karena hal ini sangat jarang di Indonesia, apalagi saat ini tingkat Kabupaten yang mempunyai penanganan Covid yang terbagus hanya ada di Kabupaten Soppeng,” ucap Prof Din Syafruddin.

Baca Juga

Lanjut Prof Din Syafruddin juga terkesan  Bupati Soppeng yang aktif dan berperan  langsung menangani kasus Covid 19 hingga menyediakan fasilitas laboratorium. 

“Kita ketahui bersama bahwa awal adanya pandemi, Kabupaten Soppeng termasuk salah satu Kabupaten yang dari awal siap menangani kasus ini,Buktinya Kabupaten Soppeng menyediakan laboratorium untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Prof Din Syafruddin juga mengungkap bahwa Soppeng kabupaten Pertama yang memiliki PCR dalam mendiagnosa Covid. 

“Sekarang sudah lebih 700 laboratorium di seluruh Indonesia dengan kemampuan yang berbeda-beda tapi Kabupaten Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama dapat melakukan PCR untuk diagnosis Covid,” tambahnya.

Dia juga berharap kemampuan ini dapat di jaga dan dikembangkan. 

“Kami bersedia membantu agar laboratorium Soppeng lebih luas pengetahuannya sehingga penanganan-penanganan kasus medis baik yang sifatnya personal maupun yang bersifat publik secara umum bisa dihindari dengan berbasis laboratorium,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.