Punya Fasilitas untuk 100 Pasien, KRI Soeharso Siap Jemput 74 WNI Kapal Pesiar yang Dikarantina

Punya Fasilitas untuk 100 Pasien, KRI Soeharso Siap Jemput 74 WNI Kapal Pesiar yang Dikarantina

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Surabaya – Pemerintah RI menyiapkan opsi pemulangan 74 ABK Diamond Princess dengan menggunakan Kapal Perang Indonesia (KRI Soeharso).

Seperti diketahui, para awak kapal Diamond Princess harus dikarantina karena terkait wabah virus corona COVID-19.

Sebanyak 74 ABK di antaranya diketahui adalah warga Indonesia. Mereka saat ini menjalani karantina terkait virus corona# di Yokohama.

Pasopsatgas Kol Laut (P) Tony Herdianto, menjelaskan, KRI Soeharso sudah memiliki kualitas yang mumpuni untuk proses evakuasi WNI di Jepang.

Jadi atau tidaknya diberangkatkan, beberapa persiapan seperti bantuan logistik terus disiapkan.

Baca Juga

“Fasilitas dapur, ruang makan, dan sanitasi sudah kami kondisikan apabila nanti WNI yang dievakuasi akan melaksanakan kegiatan makan dalam tiga gelombang, yang akan dilaksanakan di ruang makan dengan kapasitas 100 orang. Kamar mandi, dan toilet dalam keadaan bersih,” jelasnya saat ditemui di Dermaga Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020) seperti dikutip dari detikcom.

KRI Soeharso ini disebut aman dalam merawat dan menangani pasien yang diduga terinfeksi, begitu penjelasan pemaparannya. Menurut Tony, hal ini didukung dengan adanya modifikasi yang dilakukan di kapal untuk mencegah merebaknya virus corona COVID-19.

“Untuk deck perahu ini sistem air conditioner, atau AC, dan sistem sisi sirkulasi udara ini terpisah dengan deck-deck lainnya. Sehingga kami yakin bahwa akan aman untuk merawat, atau pun untuk melaksanakan karantina dari pasien-pasien yang diduga mengalami terinfeksi,” lanjutnya.

Selain dua ruang isolasi yang memiliki kapasitas sampai 40 orang, adapula tambahan dari Kementerian Kesehatan yaitu fasilitas isolated capsul transformer. Fasilitas ini ditujukan untuk memindahkan WNI yang diduga terinfeksi COVID-19.

“Ini tambahan dari Kemenkes yang bisa dioutputkan di KRI Soeharso, yaitu fasilitas isolated capsul transformer, merupakan alat untuk memindahkan personil (WNI) yang betul-betul diduga sudah terinfeksi ke ruang isolasi,” katanya.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan masih belum bisa memastikan kapan keberangkatan kapal yang mengevakuasi 74 WNI tersebut akan dipastikan. Saat ditanya soal kemungkinan tidak jadi menggunakan kapal KRI Soeroso, ia menilai hal itu tak menjadi masalah.

“Tugas saya menyiapkan segala sesuatu, ndak papa, (nggak apa-apa kalu nggak jadi). Ibarat kamu mau nikah nggak jadi nikah, yo ndak papa to yo,” tanggapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.