Putra Pendeta Saifuddin Ibrahim: Beliau Terkesan Bodo Amat

Putra Pendeta Saifuddin Ibrahim: Beliau Terkesan Bodo Amat

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Putra dari Pendeta Saifuddin Ibrahim, Saddam Husain turut memberikan pendapatnya terkait viralnya pernyataan kontroversial yang dikatakan oleh ayahnya.

Saddam Husain mengungkapkan bahwa sikap ayahnya terkesan bodo amat ketika diberitahukan bahwa masyarakat Indonesia heboh dengan kalimat-kalimat kontroversialnya.

“Beliau kami sampaikan berita-berita heboh di Indonesia, beliau terkesan bodo amat gitu” Ujar Saddam Husain di kanal YouTube tvOneNews, dilihat pada Jumat 25 Maret 2022.

Selain mengungkapkan sikap ayahnya yang terkesan bodo amat, Saddam Husain juga menjelaskan bagaimana sebenarnya latar belakang ayahnya.

Saddam menjelaskan bahwa latar belakang ayahnya adalah seorang ustadz di Pesantren Al-Zaitun.

Baca Juga

“Jadi Abi memang benar-benar saya konfirmasi bahwasannya dia seorang ustadz, seperti itu di Pesantren di Al-Zaitun dan kebetulan saya kita bertiga saya anak kedua kita semua studi di sana madrasah Ibtidaiyah di Al-Zaitun” Ujar Saddam Husain melanjutkan.

“Artinya di sana yah memang beliau adalah ustadznya” Ungap Saddam Husain melanjutkan.

Putra kedua dari Pendeta Saifudin Ibrahim ini juga menceritakan asal mula saat ayahnya berpindah agama. Menurut Saddam, pada tahun 2006 ayahnya resmi berpindah agama dari Islam menjadi Kristen.

“Di tahun 2006 saat itu Saddam berusia 10 tahun di kelas 6, beliau memutuskan untuk berpindah agama jadi kristen” Ungkap Saddam Husain.

Bagi Saddam Husain, dari pihak keluarga merasa terluka dan terpukul atas keputusan ayahnya untuk berpindah agama.

“Kami dari keluarga merasa terluka yang pertama, karena memang orang yang dicintai, orang yang dekat, orang yang merawat. Semoga ucapan saya objektif yah, itu memang apa namanya kami dari keluarga terpukul” Ungkap Saddam Husain melanjutkan.

Menurut Saddam Husain, pilihan ayahnya untuk pindah agama adalah hak pribadi ayahnya, tetapi ayahnya tidak punya hak jika mencampuri urusan agama Islam.

“Itu benar-benar keputusan abi, secara hukum di Indonesia itu haknya abi seperti itu. Tetapi ada yang tidak menjadi haknya abi, ketika mencampuri urusan agama yang sebelumnya dipeluk, yaitu agama Islam” Tegas Saddam Husain melanjutkan.

Seperti diketahui, Pendeta Saifuddin Ibrahim mendadak viral karena pernyataan kontroversialnya yang meminta Menteri Agama Yaqut Cholil untuk menghapus 300 ayat yang ada di dalam Al-Quran.

Pendeta Saifuddin Ibrahim menginginkan 300 ayat Al-Quran dihapuskan karena merasa bahwa hal itulah menjadi sumber perilaku radikal dan intoleran dalam kehidupan beragama.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.