Terkini.id, Jeneponto – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto menggelar rapat paripurna pembacaan surat keputusan Gubernur Sulawesi Selatan dan pengusulan Ketua DPRD Jeneponto.
Surat keputusan Gubernur Sulawesi Selatan yang dibacakan terkait pemberhentian tentang pemberhentian Hj Salmawati sebagai Ketua DPRD Jeneponto dan pengusulan H Arifuddin sebagai Ketua DPRD Jeneponto.
Rapat yang dipimpin oleh oleh Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin yang didampingi Wakil ketua II, Imam Taufiq Bohari dan dihadiri 38 anggota DPRD Jeneponto berlangsung di ruang rapat Paripurna gedung DPRD Jeneponto, di jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 12 April 2021.
Dari pantauan terkini.id, rapat Paripurna yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wita nyaris ricuh, sejumlah mic anggota DPRD tidak menyala, diantaranya mic anggota DPRD Jeneponto dari fraksi PAN, Asdi B Azis Beta, bahkan mic yang tidak menyala sempat di benturkan ke meja.
“Kenapa mic didepan saya tidak, ada apa ini, saya ini mau bicara,” kata Asdin sambil memukul meja.
- Pemkab Jeneponto Apresiasi Kafilah yang Berpartisipasi di MTQ XXXIV Sulsel 2026
- Pemkab Jeneponto Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Bukti Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel
- Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Tekankan Pendidikan Anti Korupsi dan Integritas
- Strategi Ketahanan Pangan, Pemkab Jeneponto Susun Pola Tanam, Optimalkan Irigasi demi Kesejahteraan Petani
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
Bukan hanya mic yang didepan Asdi yang tidak menyala, tapi ada beberapa mic anggota DPRD Jeneponto yang juga tidak menyala, diantaranya mic didepan H Kaharuddin dari fraksi PKB dan H Sahabuddin dari fraksi Golkar.
“Bagian sekretariat jangan main-main jika rapat Paripurna, kenapa bisa ada mic anggota yang tidak bisa menyala,” tegas H Kaharuddin Gau.
Terkait dengan insiden itu, Wakil Ketua I DPRD Jeneponto mengatakan, hal itu hanya kesalahan teknis.
“Itu hanya kesalahan teknis, jadi hal itu jangan dibesar-besarkan, terpenting rapat Paripurna sudah berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepakatan,” jelas Imam Taufiq Bohari kepada terkini.id, usai rapat Paripurna.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
