Rawan Politik Bansos Saat Pandemi, Pj Wali Kota: Kalau Uang Sendiri Tak Apa

Pj Wali Kota
Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf

Terkini.id, Makassar – Pemerintah memiliki kewajiban memenuhi hak hidup masyarakat di saat pandemi. Namun, di sisi lain berpotensi terjadi penyelewengan lantaran dekat dengan momen Pilkada.

Sejumlah kalangan menilai pembagian sembako yang dekat dengan momen Pilkada rawan di selewengkan dengan modus beragam, seperti seolah-olah menjadi bantuan pribadi, ditempol foto dan jargon-jargon Pilkada.

Transparansi serta akuntabilitas data penerima bansos sangat penting agar tak menguntungkan orang-orang tertentu lantaran tidak tepat sasaran.

Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mengatakan tak ada persoalan bila mencantumkan foto dengan bantuan pribadi.

Hanya saja, bila itu berkaitan dengan bantuan pemerintah maka itu bisa berakibat fatal.

Baca juga:

Dia pun mengingatkan untuk tak menjadikan pandemi Covid-19 sebagai ajang untuk berpolitik bansos.

“Kalau saya membatu dengan tidak mau ditahu namaku, tidak masalah. Tapi kalau politisi memang mau cari elektabilitas yang penting uangnya sendiri,” kata dia, Jumat, 15 Mei 2020.

Ia mengatakan bila tangan kanan menyumbang tangan kiri seharusnya tak perlu tahu. Namun, kata dia, hal itu seringkali susah dilakukan para politisi.

“Tapi kalau politik elektabilitas yang dia inginkan,” kata dia.

Komentar

Rekomendasi

Yusran Jusuf Salat Ied di Rumah Jabatan

Pantau Mal yang Buka, Satpol PP Makassar Temukan Pengunjung Tak Pakai Masker

Sembilan Masjid di Kota Makassar Akan Laksanakan Salat Ied

Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf Tinjau Masjid yang Akan Gelar Salat Ied

Mantan Ketua DPC PDIP Makassar Tutup Usia

Gelar Aksi Sosial, FRKM Salurkan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Bahas Penerapan Digital dalam Industri, BKM PII Gelar Diskusi Online

Update 22 Mei Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar