Rebut Kunduz dari Taliban, Tentara Afghanistan Lancarkan Serangan Balik secara Sengit

Rebut Kunduz dari Taliban, Tentara Afghanistan Lancarkan Serangan Balik secara Sengit

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Kabul – Rebut Kunduz dari Taliban, Tentara Afghanistan lancarkan serangan balik secara sengit. Pasca wilayah Kunduz dikuasai milisi Taliban, pasukan komando Afghanistan melancarkan serangan balik pada Senin 9 Agustus 2021 guna memukul mundur gerilyawan Taliban yang menyerbu kota utara Kunduz sehari sebelumnya.

Menyusul pertempuran sengit antara Taliban dan pemerintah Afghanistan itu, penduduk yang melarikan diri mengatakan suara tembakan dan ledakan terdengar setiap waktu.

Seperti diketahui, Kunduz adalah salah satu dari sedikitnya tiga ibu kota provinsi yang direbut Taliban di utara selama akhir pekan, saat serangan mereka meningkat menyusul pengumuman Amerika Serikat (AS) yang akan mengakhiri misi militernya di Afghanistan pada akhir Agustus 2021.

Seorang juru bicara Taliban, seperti dilaporkan Reuters via tempo.co, Senin 9 Agustus 2021, telah memperingatkan Amerika Serikat pada Minggu 8 Agustus 2021 kemarin agar Amerika Serikat tidak melakukan intervensi dengan serangan udaranya. Serangan udara itu sendiri merupakan bentuk miter AS menyokong pasukan pemerintah Afganistan yang terkepung.

Di Barat, dekat perbatasan dengan Iran, para pejabat keamanan mengatakan kepada Reuters pertempuran sengit sedang berlangsung di pinggiran Herat.

Baca Juga

Arif Jalali, Kepala Rumah Sakit Zonal Herat mengatakan, ada 36 orang tewas dan 220 terluka dalam pertempuran selama 11 hari terakhir.

“Lebih dari separuh yang terluka adalah warga sipil, perempuan serta anak-anak termasuk di antara yang tewas,” ungkap Jalali.

Di provinsi selatan Helmand, pusat aktivitas Taliban, pejabat keamanan melaporkan ledakan keras di Lashkar Gah, ibu kota provinsi, pada Senin 9 Agustus 2021 pagi.

Gerilyawan Taliban telah menguasai puluhan distrik dan penyeberangan perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, mereka juga menekan beberapa ibu kota provinsi, termasuk Herat dan Kandahar di selatan, saat pasukan asing mundur dan angkat kaki dari Afghanistan.

“Pasukan AS telah melakukan beberapa serangan udara untuk membela mitra Afghanistan kami dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Mayor Nicole Ferrara, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan kepada CNN News pada Minggu 8 Agustus 2021, tanpa merinci di mana serangan itu dilakukan.

Di Kunduz, banyak keluarga yang putus asa lantaran serangan Taliban yang semakin genjar. Keluarga itu di antaranya dengan anak kecil dan wanita hamil. Para pengungsi itu meninggalkan rumah mereka dan berharap bisa mencapai Ibu Kota Kabul yang relatif aman, kendati harus berjalan sejauh 315 kilometer ke selatan, perjalanan yang biasanya memakan waktu sekitar 10 jam.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.