Rekam Jejak Arteria Dahlan Kembali Diungkit, Ketua MUI: Contoh Buruk

Rekam Jejak Arteria Dahlan Kembali Diungkit, Ketua MUI: Contoh Buruk

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, JakartaKetua MUI, Cholil Nafis menanggapi rekam jejak Arteria Dahlan yang kembali diungkit netizen di media sosial usai politisi PDIP itu menuai sorotan publik lantaran pernyataannya yang menyinggung masyarakat Sunda.

Awalnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menanggapi sebuah video yang diunggah netizen yang memperlihatkan Arteria Dahlan membentak Guru Besar Ekonomi Prof Emis Salim.

Dalam narasi unggahannya, netizen pengguna Twitter itu menyebut Arteria Dahlan manusia tanpa adab lantaran membentak Prof Emil Salim.

Selain itu, ia juga menyinggung pernyataan Arteria yang dinilai publik telah menyakiti masyarakat suku Sunda.

“Menolak lupa! manusia tanpa adab! dan sekarang lagi obok-obok saudara suku Sunda,” tulis sang netizen.

Baca Juga

Menanggapi video tersebut, Cholil Nafis pun menilai tindakan Arteria yang membentak Prof Emil Salim itu merupakan contoh yang buruk.

“Beginian ini contoh buruk yang harus ditinggalkan,” ujar Cholil Nafis.

Cholil Nafis kemudian mengungkit soal pernyataan Arteria Dahlan yang dinilai telah menyinggung perasaan masyarakat Sunda.

Menurutnya, permintaan maaf dari Arteria tidak cukup untuk menebus kesalahannya terkait pernyataannya soal Sunda itu.

Maka dari itu, Cholil Nafis menilai Arteria perlu diberi sanksi oleh PDIP supaya persepsi publik tidak bergeser menjadi anti kepada partai berlambang kepala banteng tersebut.

“Tak cukup hanya meminta maaf tapi perlu diberi sanksi oleh partainya agar persepsi publik tak bergeser jadi anti partainya,” tegasnya.

Ketua MUI itu pun mengatakan bahwa sanksi terhadap Arteria Dahlan itu hanya sebagai masukan agar wakil rakyat lainnya bisa memberi contoh yang baik kepada rakyat.

“Ini saran aja agar wakil rakyat memberi contoh baik kepada rakyat dengan kesantunan dan mencintai ekayaan bahasa,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.