Masuk

Rizal Ramli Kritik Jokowi Naikkan BBM: Tidak Kreatif, Dasar Koplok!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli melontarkan kritik keras terhadap keputusan Pemerintahan Presiden Jokowi yang menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi.

Rizal Ramli pun lewat unggahannya di Twitter, Sabtu 3 September 2022, menilai keputusan Jokowi naikkan harga BBM subsidi tidak kreatif.

Selain itu, Rizal Ramli juga menilai pemerintahan Jokowi selalu mencari cara yang mudah yakni dengan menambah utang dan menaikkan harga-harga yang dampaknya membuat rakyat makin susah.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

“Pemerintah Jokowi tidak kreatif,, selalu mencari cara yg gampang yaitu ‘nambah utang’ dan ‘menaikkan harga2’ yg bikin susah rakyat !,” ujar Rizal Ramli.

Lantaran hal itu, Rizal Ramli melontarkan sindiran keras terhadap pemerintahan Jokowi dengan menyebut pejabat yang ilmunya hanya segitu-gitu saja tidak usah sampai S3.

“Pejabat yg ilmunya cuman segitu, ndak usah S3 !,” tegasnya.

Baca Juga: Jokowi Menyebut Orang yang Berambut Putih Adalah Pemimpin Rakyat

Kritikan Rizal Ramli itu ia lontarkan lantaran saat ini negara-negara lain menurunkan harga BBM, namun Indonesia malah memilih menaikkan.

“Negara lain menurunkan harga BBM, Indonesia menaikkan – dasar koplok,” kata Rizal Ramli.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak pemerintahan Jokowi terkait kritik dari Rizal Ramli itu.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan harga BBM naik. Kepala Negara mengatakan subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Relawan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa Saat Jokowi Tiba di GBK

“Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi, pada Sabtu 3 September 2022.

Jokowi mengatakan, dirinya sebenarnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi APBN. Namun dia mengatakan anggaran subsidi BBM terus naik.

“Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan akan meningkat terus,” tuturnya.

Selain itu, menurut Jokowi, saat ini subsidi BBM lebih banyak digunakan kelompok ekonomi mampu yakni sebanyak 70%.

“Seharusnya uang negara itu diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan di waktu yang sulit,” ujarnya.