Terkini.id, Jakarta – Perencangan Undang-Undang mengenai perampasan Aset kembali gagal yang telah masuk kedalam Program Legislasi Nasional (Prolegnasi) yang menjadi Prioritas di DPR RI pada tahun 2021. Dengan adanya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini dinilai sangat penting untuk mengatasi pemberantasan tindakan pidana pencucian uang (TPPU) di indonesia.
Ivan Yustiavandana selaku kepala Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan “Dari sisi PPATK sangat serius, bahwa RUU PA dan pembatasan uang tunai ini adalah solusi yang paling efektif dalam upaya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan TPPU,”
RUU Perampasan Aset merupakan jurus ampuh dalam pengambalian hak serta kekayaan negara yang telah di rampas atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau tersangkanya kabur, dia meninggal dunia, tapi ternyata tidak bisa dibawa kepengadilan, bisa lakukan upaya lain. Penegak hukum bisa pidana harta kekayaan ilegal tadi, kita bisa melawan dari hartanya,”ungkapnya.
Dilansir dari Liputan 6 .Com. Tahun 2022 program ini masuk pada perencanaan prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnasi) yang harus di usahakan terlaksana oleh Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK ) utamanya RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal.
“Sehingga dengan demikian sangat penting bagi kita semua tidak hanya pidanakan orangnya. Tapi lebih bagaimana aset-aset yang bersumber dari hasil tindak pidana tadi bisa kemudian disita dan dirampas, untuk dimanfaatkan bagi kepentingan negara, haknya dikembalikan ke negara,” tandas Ivan.
Fitriadi Muslim selaku Direktur Hukum PPATK mengatakan bahwa RUU Perampasan Aset telah terdaftar dalam daftar panjang Program Legislasi Nasional (Prolegnasi) pada tahun 2020-2024. Rancangan Undang-Undang tersebut harus segera disepakati pada awal tahun demi masuk kedalam program prioritas Prolegnas tahun 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
