Terkini.id, Jakarta – Ade Armando belum lama ini membeberkan ancaman sadis kepada kelompok radikal yang kerap merongrong Pemerintah.
Tak tanggung-tanggung, Ade bahkan sampai menyeret nama Rizieq Shihab terkait kasus chat mesumnya.
Dalam artian, jikalau kelompok radikal masih saja terus mengganggu Pemerintah, maka siap-siap borok Rizieq kembali dibuka ke publik.
Menurut Ade, tersebarnya chat mesum dengan Firza Hussein sudah sangat menghancurkan reputasi plus nama baik Rizieq Shihab.
Nah, oleh karena itu, ia berpendapat bisa jadi Pemerintah menjadikan kasus chat mesum antara Rizieq dan Firza Hussein sebagai ‘kartu sakti’.
- Ketum PSI, Kaesang Pangarep Tegur Keras Ade Armando
- Kader PSI Ade Armando: PDIP Partai Sombong, Kesombongan Mereka Mahal
- Ade Armando Resmi Gabung dengan Partai PSI, Bakal Diumumkan Sore Ini
- Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju
- Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024
Kartu tersebut bisa digunakan apabila kelompok radikal muncul kembali dan menyerang Pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan Ade Armando kala menghadiri acara jaringan Coktro Televisi, tepatnya saat menanggapi Kepala Polisi Daerah Mentropolitan Jakarta Raya, Fadil Imran, pada Rabu kemarin, 15 September 2021.
“Boleh jadi ini sebagai kartu truft bagi Pemerintah,” tutur Ade Armando, dikutip terkini.id dari laman Suara Pemred via Poskota pada Kamis, 16 September 2021.
“Kalau kelompok radikal selalu merongrong Pemerintah, maka chat mesum segera dibuka kembali sehingga membuat borok MRS (Muhammad Rizieq Shihab) terbuka lebar di hadapan publik.”
Lebih lanjut, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu meyakini bahwa kehancuran dari martabat serta kehormatan Rizieq akan tiba apabila chat mesumnya dibuka lagi oleh pihak kepolisian RI.
Chat mesum itu menjadi ancaman tersendiri bagi mantan pentolan FPI alias Front Pembela Islam itu.
Rizieq Shihab diyakini Ade Armando bisa berpikir ulang apabila hendak menerima orderan demonstrasi atau terus mengkritisi Pemerintah.
“Sudah menjadi rahasia umum setiap kali pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menerbitkan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kelangsungan hidup kelompok tertentu, kelompok MRS langsung berisik di mana-mana,” pungkasnya.
Ade Armando melihat bahwa setiap kali Pemerintah ingin menagih utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), pasti tak lama setelahnya akan muncul isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan tenaga kerja asing dari China.
Tak hanya itu saja, menurutnya, isu-isu itu bisa muncul juga akibat adanya penertiban bisnis tidak efesien di PT Pertamina dan perampasan aset negara yang selama ini dikuasai anak almarhum Presiden Soeharto.
Suami dari Nina Mutmainnah Armando ini hanya melihat Rizieq Shihab ssebagai simbol radikalisme di Indonesia.
Maka dari itu, menurut Ade, saat ini Pemerintah memerlukan sejumlah rencana strategis yang efektif dan efesien untuk menghadapinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
